• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi Berikan Bonus Bagi Atlet Peraih Medali Asian Games Asal Semarang

 13-09-2018 09:27 WIB    by Admin    Dilihat: 1412 kali Olahraga

SEMARANG - Torehan prestasi Indonesia pada ajang Asian Games 2018 lalu masih menimbulkan eforia. Perolehan medali di peringkat 4 tingkat Asia ini benar-benar menjadi catatan sejarah negara Indonesia. Rasa nasioanlisme masyarakat kian meningkat apalagi para atlet yang berlaga di berbagai arena olah raga.

Tak bisa dipungkiri ajang olah raga Kali ini menjadi ladang rejeki bagi para atlet. Peningkatan jumlah bonus yang diperolehnya tak tanggung-tanggung yaitu 1,5 Miliar untuk peraih medali emas, 500 juta untuk peraih medali perak, 250 juta untuk peraih medali perunggu, serta diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan rumah.

Tak hanya itu, para atlit juga memperoleh tambahan bonus dari provinsi dan Kota masing-masing. Seperti yang diterima Wishnu Pratomo atlet asal Kota Semarang peraih medali emas untuk cabang olah raga Paralayang.

Rabu (12/9) Walikota Semarang Hendrar Prihadi menghadiahinya uang tunai sebesar 75 juta rupiah. “Ini sesuai dari arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur untuk memberikan bonus apresiasi atau tanda tresno Pemerintah kepada warga Semarang yang ikut berpartisipasi mengharumkan negara pada ajang Asian Games kamarin. Jangan dinilai dari jumlahnya melainkan perhatian dari Pemerintah,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Hendi memberikan tambahan bonus sebesar 75 juta rupiah bagi peraih medali emas, 25 juta bagi peraih medali perunggu,serta 5 juta rupiah bagi pelatih dan atlet yang belum berhasil memperoleh medali.

Dalam kesempatan itu Hendi menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap pola pembinaan atlet di Kota Semarang maupun di Indonesia. “Meskipun saat ini kemajuannya sangat pesat tetapi tetap tolak ukurnya dalah pertandingan-pertandingan resmi baik tingkat nasional maupun internasional. Sepertihalnya sepak bola saat ini yang sudah kian meningkat,” tuturnya.

Selain itu kondisi di lapangan tiap wilayah itu berbeda, seperti pelatihan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pendukung lain. “Harapannya para atlet bisa secara konsisten berprestasi membela daerahnya. Tiap daerah juga saling support bukannya menawarkan atlet untuk membela daerah lain,” tambahnya.

Dirinya secara internal akan melakukan evaluasi berupa peningkatan sarana prasarana seperti Gor Trilombajuang, stadion citarum, dan stadion manunggal jati. “Selebihnya kita akan berkolaborasi dengan intasi lain seperti Kodam untuk tempat menembak, Unnes untuk olah raga senam. Ini merupakan bagian dari konsep bergerak bersama yang ujung-ujungnya dapat menghasilkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan Kota Semarang, Jawa tengah, dan Indonesia,” pungkasnya.

Hadir dalam penyerahan bonus Wishnu Pratomo atlet paralayang, Dewi setyaningsih atlet loncat indah, Inge Indah Wijayantri atlet bola tangan, Hartati atlet renang, Kamto atlet Bridge, Satria Bagus Laksana atlet sguash, serta sejumlah pelatih.