• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi Pimpin Prosesi Dugderan Semarang Menyambut Bulan Suci Ramadhan

 16-05-2018 10:52 WIB    by Admin    Dilihat: 200 kali Pariwisata
SEMARANG- Puluhan ribu orang memadati halaman Balaikota Semarang meluber hingga ke Jalan Pemuda Kota Semarang. Mereka terlihat antusias menonton tarian ragam warna dugder yang dipertontonkan oleh puluhan orang berpakaian tradisional Jawa. Sambil terus bergerak lincah mengikuti irama lagu gamelan khas budaya Semarang, puluhan penari tersebut menjunjung pula empat patung warak yang ikut dibawa bergoyang ke kanan dan ke kiri sesuai gerak tariannya. 
 
Pertunjukan tarian ragam warna dugder itu menjadi pembuka prosesi Kirab Budaya Dugderan, Selasa (15/5). Prosesi yang diikuti tak kurang dari 2.300 peserta pada tahun ini, merupakan sebuah tradisi masyarakat Kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Nama 'Dugderan' sendiri diambil dari suara bedug dan meriam yang berbunyi  "dug, dug, dug", "der, der, der", yang pada saat itu digunakan sebagai penanda untuk memberi tahu masyarakat Semarang bahwa Bulan Ramadhan telah tiba. 
 
Tradisi ini disebut sudah ada sejak tahun 1881, yang pada saat itu dilaksanakan pertama kali oleh Bupati Semarang, Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat. Dan saat ini, setiap tahunnya prosesi Dugderan dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
 
Namun ada pemandangan sedikit berbeda dari pakem prosesi kirab yang seharusnya. Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut tiba-tiba meminta masyarakat yang riuh memadati Balaikota Semarang untuk tenang. Dirinya meminta masyarakat untuk menyempatkan diri berdoa bagi para korban bom di Surabaya. "Saudara-saudara, sebelum karnaval dimulai, mari kita semua berdoa kepada Allah untuk korban terorisme di Surabaya, kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing," pinta Hendi.
 
Pemandangan doa bersama di tengah prosesi Kirab Dugderan tersebut adalah menjadi yang kedua kalinya. Di tahun lalu, Hendi pun juga memimpin doa bersama di tengah prosesi Kirab Dugderan. Kala itu dirinya meminta masyarakat untuk mendoakan korban bom di Kampung Mlayu, Jakarta.
 
Setelah memipin doa bersama, pria yang juga politisi PDI Perjuangan itu pun kembali melanjutkan prosesi dengan memukul bedug, sebelum kemduian dirinya ikut dalam rombongan kirab menaiki kereta kuda untuk berangkat ke Masjid Kauman Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah. Pemandangan yang menarik terlihat dalam iring-iringan rombongan kirab tersebut. Kereta kuda yang dinaiki Hendi tampak dikawal langsung oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji.
 
Di Masjid Kauman, dirinya menerima  Suhuf Halaqoh dari para alim ulama di Kota Semarang. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah ulama di Kota Semarang, seperti K.H. Hanief Isma'il, serta Ketua PCNU Kota Semarang, K.H. Muhammad Anasom. Selain itu, di sana Hendi juga membagikan kue khas Semarang yaitu Ganjel Rel dan air Khataman Al Quran. Pembagian kue dan air tersebut memiliki makna untuk warga merelakan hal yang mengganjal, serta membersihkan diri dengan meminum air Khataman Al Quran sebelum memasuki bulan Ramadhan.
 
Selepas mengikuti proses di Masjid Kauman Semarang, Hendi beserta rombongan bertolak ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk menyerahkan Suhuf Halaqoh kepada Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili oleh Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono. Rangkaian prosesi tersebut kemudian ditutup dengan diumumkannya kepada warga bahwa sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. 
 
Hendi menuturkan, prosesi Kirab Dugderan yang dengan membawa Warak ini dapat juga dimaknai sebagai simbol toleransi yang kuat. "Warak sendiri kan adalah hewan mitologi Kota Semarang yang melambangkan keberagaman", jelas Hendi. "Tadi juga rombongan kirab paling depan membawa bendera Merah Putih, ini adalah representasi kondisi Kota Semarang yang menjunjung tinggi NKRI dalam keberagaman", tegasnya.