• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Areal Persawahan Makin Susut, Dinas Pertanian Semarang Siapkan Perda

 15-02-2016 15:48 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 663 kali Berita Kota
Kekhawatiran makin menyusutnya lahan pertanian atau persawahan produktif yang terus terdesak oleh perkembangan kawasan perkotaan, Dinas Pertanian Kota Semarang menyiapkan usulan draf untuk peraturan daerah (Perda) yang dinamakan Perda Pertahanan Lahan Pertanian. Saat ini pihak dinas pertanian dan Komisi C DPRD Kota Semarang tengah melakukan kajian terhadap perda tersebut. Sehingga diharapkan Perda ini telah rampung dalam satu tahun. Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana mengatakan, bahwa luas lahan pertanian di wilayah Semarang terus mengalami penyusutan setiap tahunnya seiring banyaknya alih fungsi lahan. Pihaknya menjelaskan, dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sampai saat ini ada setidaknya 2600 hektar lahan pertanian yang hanya tersebar di 10 kecamatan di Kota Semarang. Seperti Kecamatan Mijen, Gunungpati, Semarang Barat, Genuk, tugu, Tembalang, Pedurungan dan Ngaliyan. "Jumlah tersebut menyusut sekitar seribu hektar lebih sejak tahun 2011 hingga 2015. Semakin berkurangnya lahan pertanian tersebut adalah akibat banyaknya pembukaan lahan baru atau alih fungsi lahan menjadi pemukiman warga. Dengan adanya pembuatan Perda itu diharapkan nantinya dapat melindungi lahan pertanian akibat alih fungsi lahan. Di dalam Perda itu nantinya akan diatur mengenai lahan pertanian berupa sawah produktif dengan luasan minimal 10 hektar dan terdapat irigasi aktif, "jelasnya usai rapat dengan Komisi C di gedung DPRD. Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarusman mengatakan, bahwa pihaknya bersama dinas pertanian telah melakukan pengkajian tentang rencana pembuatan Perda tentang Pertahanan Lahan Pertanian. Perda tersebut dirasa sangat penting, karena meski Kota Semarang merupakan ibukota provinsi, sampai saat ini masih memiliki lahan pertanian sehingga perlu dipertahankan. "Kami juga berjanji akan melindungi lahan pertanian yang masih sekitar 2.600 hektar tersebut, jika nanti dilakukan revisi tentang Perda RT/RW. Meski saat ini masih dilakukan kajian, dan kami menargetkan dalam satu tahun kedepan Perda yang tengah dikaji ini bisa rampung,"pungkasnya.