• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Apel Peduli Sampah, Sekda Bagian Kantong Reusable

 21-02-2016 17:44 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 470 kali Berita Kota
Minggu (21/2) pagi Pemkot Semarang mengadakan Apel Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sekaligus Launching Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar tingkat Kota Semarang di lapangan Simpang Lima Semarang. Hal itu dilakukan guna mewujudkan Kota Semarang yang bersih sebagai salah satu embrio dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih 2020. Menurut Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Tri Hananto yang pagi itu memimpin rapat, Sampah menjadi permasalahan bagi semua kota di Indonesia, terlebih jenis sampah plastik yang mudah dikonsumsi namun sulit terurai dengan alam.  Dengan demikian, perlu adanya inovasi dan pengurangan sampah dari sumbernya guna mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan tersebut, ungkapnya di depan para peserta apel dari unsur TNI, Polri, Pelajar dan mahasiswa, PKK, SKPD, dan masyarakat umum. Fakta lain menunjukkan bahwa saat ini, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan total penduduk sebanyak 237 juta. Diperkirakan jumlah penduduk ini akan bertambah menjadi 270 juta pada tahun 2025.  Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, tambahnya diperkirakan akan dihasilkan sampah sebanyak 130.000 ton/hari. Di satu sisi, ini merupakan potensi besar sebagai sumber daya seperti bahan yang dapat di daur ulang, sumber energi, dan masih banyak lagi, tetapi saat ini sebagian besar masih menjadi sumber penyebab polusi, paparnya. Di tingkat internasional, Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah plastik setelah Tiongkok. Dari data terakhir pada tahun 2015, Indonesia menghasilkan sampah plastik mencapai 187,2 ton. Salah satu contoh penghasil sampah plastik adalah investasi swasta di bidang retail di mana jumlah gerai sebanyak 32.000 gerai yang menghasilkan sampah/kantong plastik sebanyak 9,6 juta lembar per hari. Menyikapi fakta-fakta tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan kebijakan Kantong Plastik Berbayar sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 pasal 19 dan 20. Ini merupakan salah satu strategi guna mengurangi timbunan sampah plastik. Kita sepakat dan berkomitmen untuk menerapkan kebijakan tersebut yang kita launching pada apel peringatan hari peduli sampah pada pagi hari ini. Sebelumnya, berbagai upaya telah Pemerintah Kota Semarang tempuh dalam rangka menindaklanjuti kebijakan tersebut, antara lain Melaksanakan koordinasi dan mengajak pengusaha terkait CSR untuk berpartisipasi aktif dalam mengadakan tas belanja ramah lingkungan yang pada pagi hari juga akan dibagikan, Melaksanakan sosialisasi kepada Ibu-ibu PKK di tingkat Kota, Kecamatan hingga Kelurahan untuk mendukung dan mensukseskan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut, jelasnya. Kebijakan tersebut disambut baik oleh para pelaku usaha dengan menarif seharga 200 rupiah untuk setiap kantng plastik yang akan diberikan kepada pembeli dengan harapan para pembeli akan menggunakan kantong yang reusable serta meminimalisir penggunaan kantong plastik. Di akhir acara  Sekda berharap dan meminta kerja sama semua pihak agar kebijakan kantong plastik berbayar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi terwujudnya lingkungan Kota Semarang yang bersih dan bebas sampah. Usai memberi sambutan Sekda secara simbolis menyerahkan alat kebersihan kepada perwakilan peserta sebagai wujud ajakannya kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta membagikan sejumlah kantong berbahan kain kepada masyarakat agar dapat dipergunakan secara berulang.