• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pembebasan Jalur Jolotundo Telah Selesai

 01-03-2016 08:10 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 364 kali Berita Kota
Pemkot Semarang dan pengelola Masjid Agung Semarang akhirnya menemukan kesepakatan dalam proses ganti rugi lahan untuk pembangunan Jalan Jolotundo. Persoalan ganti rugi terselesaikan setelah Pemkot Semarang menyelesaikan masalah penggantian tanah wakaf Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) dengan membayar Rp 4,2 miliar untuk membeli tanah pengganti yang diserahkan langsung kepada pengurus Masjid Kauman. Kesepakatan tersebut tercapai Senin (29/2) dalam pertemuan di Balai Kota Semarang. Pertemuan dihadiri pengelola Masjid Kauman, Wali Kota Semarang, Sekda, Badan Pertanahan Nasional, dan Kanwil Kemenag Kota Semarang."Dengan pembayaran ini, maka Pemkot memenuhi janji menyelesaikan ganti rugi atau penggantian tanah wakaf Masjid Kauman pada akhir Februari 2016," kata Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto. Ganti rugi sebesar Rp 4,2 miliar itu lebih kecil dari nilai appraisal lahan yang digunakan untuk Jolotundo senilai Rp 4,7 miliar. Hal ini karena sisanya sekitar Rp 505 juta dianggap oleh Masjid Kauman sebagai wakaf. Sebagai informasi, lahan milik Masjid Kauman yang terkena dampak dalam pembangunan Jalan Jolotundo seluas 1.756 m2. Kesepakatan pelepasan tanah wakaf ini telah berdasarkan keputusan Kementerian Agama No 89 Tahun 2016, yang disesuaikan dengan UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Dalam keputusan Kementerian Agama tersebut, memberikan izin tukar menukar tanah wakaf Masjid Kauman di Kelurahan Sambirejo, Kacamatan Semarang Tengah. Dengan tanah penukar di Jalan Alun-Alun Selatan No 10 Kelurahan Kauman, Semarang Tengah, tepatnya di depan Masjid Kauman. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, penyelesaian pembebesan lahan untuk pembangunan Jalan Jolotundo ini melalui proses yang panjang. Hingga akhirnya tuntas dengan pembayaran Rp 4,2 miliar."Uang itu dibelikan tanah kemudian digunakan sebagai pengganti dari tanah wakaf Masjid Kauman. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, seperti BPN, Kemenag, Masjid Kauman, notaris dan lainnya," ujarnya.  Ditambahkan, berdasarkan aturan, lahan wakaf harus diganti dengan tanah wakaf juga. Usai pertemuan tersebut, pihak pemkot juga menyerahkan kembali kain kafan yang pernah diberikan oleh pihak pengelola Majid Kauman. Sebelumnya, pihak pengelola masjid pernah memberikan kain sebagai aksi protes karena tidak kunjung selesainya persoalan ganti rugi tanah wakaf. Padahal ganti rugi ini telah dijanjikan bisa terselesaikan pada akhir 2014.