• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pertemuan Paguyuban Puskesmas Semarang Barat

 05-03-2016 17:39 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 467 kali Berita Kota
Bersilaturahim langsung dengan paguyuban puskesmas se-Kecamatan Semarang Barat, Walikota mengajak para tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat Kota Semarang. Dalam forum yang diselenggarakan di aula Puskesmas Manyaran, Sabtu (5/3) tersebut Walikota mengingatkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Acara tersebut dihadiri kepala dinas kesehatan kota semarang, camat semarang barat dan ratusan dokter, perawat serta tenaga kesehatan se-Kecamatan Semarang Barat. “Apa yang sudah panjenengan lakukan selama ini, sudah baik. Namun, peningkatan kearah yang lebih baik tentunya diperlukan,” lanjutWalikota. Diakui atau tidak, lanjutnya, saat ini warga kota Semarang masih mengeluhkan pelayanan kesehatan yang ada. Padahal berbagai layanan dan kemudahan telah diberikan. Artinya, lanjut Walikota masih diperlukan sosialisasi untuk menjangkau warga dari berbagai lapisan. Hal ini diperlukan mengingat banyak warga yang belum tahu adanya layanan puskesmas gratis, jamkesmas maupun jamkesmaskot sehingga belum bisa merasakan manfaatnya. Selain itu, sebagai tenaga kesehatan saat ini juga dituntut untuk memberikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam layanannya. Hal ini perlu dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin maksimal. “Jangan hanya melakukan tugas harian, tetapi sampaikan ide-ide kepada pimpinan terkait apa yang diperlukan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” pesannya. Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menekankan pentingnya penanganan serius terhadap DBD dan kasus kematian ibu anak di Kota Semarang. Pada dua kasus ini, Kota Semarang menempati ranking 3 dan 2 tertinggi se-Jawa Tengah. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar mengingat kesiapan dan ketersediaan tenaga medis serta rumah sakit Kota Semarang terbilang yang terbaik di JawaTengah. Untuk itu penanganan serius melalui sosialisasi mengingatkan gerakan kebersihan lingkungan, saluran air, bak mandi harus terus digalakkan untuk menekan angka kesakitan DBD. Tak ayal lagi, PSN adalah kunci dan solusi untuk menanggulangi tingginya DBD di Kota Semarang, lanjutnya. Sedangkan untuk menekan angka kematian ibu dan anak, walikota meminta kepada para tenaga kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan ibu hamil, mensosialisasikan kehamilan yang sehat dan pemeriksaan teratur pada ibu hamil. Dengan demikian, harapannya kondisi kesehatan dapat terpantau sejak awal dan kondisi ibu serta anak tetap sehat hingga persalinan. Lebih lanjut,  tanggung jawab itu tak hanya pada tenaga kesehatan tetapi juga pada keluarga terutama dan masyarakat sekitar. Semua harus berpartisipasi dan ikut menjaga kesehatan ibu hamil yang ada di sekitarnya. Partisipasi misalnya dapat diwujudkan dengan memantau serta memastikan kesiapan persalinan. Meski terkesan sepele, namun kendala transortasi saat menjelang persalinan masih dialami para ibu di Kota Semarang. Untuk itu, semua harus support dan berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Menutup sambutannya, Walikota berpesan semangat kepada seluruh tenaga kesehatan untuk terus semangat berkarya sebaik mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Kota Semarang.