• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Boyongan 225 PKL Tlogosari ke Suryo Kusumo Lancar

 06-03-2016 14:10 WIB    by Admin Chinese    Dilihat: 463 kali Berita Kota
Boyongan 225 pkl Jalan Tlogosari menuju shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman Suryo Kusumo berlangsung aman, tertib dan kondusif. Minggu(6/3) pagi boyongan para PKL diantar langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan . Sebanyak 225 PKl yang direlokasi ini adalah mereka yang berjualan di sepanjang bantaran sungai Jl. Tlogosari. Prosesi boyongan diawali dengan arak-arakan becak hias yang dinaiki Walikota dan diiringi para PKL. Beragam kesenian seperti rebana dan barongsai juga ikut memeriahkan prosesi ini. Pemotongan pita dan pelepasan balon udara juga menandai relokasi PKL ke Taman Suryo Kusumo resmi dilakukan. Turut hadir dalam boyongan ini adalah Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi,  Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa,  Ngadino dan Ketua Koordinator PKL. Relokasi ini selain sebagai penataan, menurut Walikota juga dimaksudkan untuk memberikan akses jalan yang lebar, nyaman, bersih, tak becek bagi para pengguna jalan Jl. Tlogosari serta warga perumahan Tlogosari. Dengan demikian singgungan dan gesekan antara warga masyarakat dan PKl dapat dihindarkan, lanjutnya. Kami minta para PKL untuk mensyukuri kepindahan ke shelter suryo kusumo yang dibangun dengan dana 3,5 milyar ini. Kalau ada kurang-kurangnya secara bertahap nanti kita perbaiki bareng-bareng,” ungkap Walikota. Sebelumnya, lanjut Walikota, sudah ada kesepakatan dengan menteri dan BPN Kota Semarang untuk menerbitkan sertifikat HGB bagi para PKL yang telah dipindahkan atau istilahnya HGB diatas HPL (Hak pengelolaan laan). Mengingat status tanah yang ada merupakan tanah aset milik Pemkot Semarang. Proses ini merupakan pilt project dan akan diteruskan pada relokasi PKl yang lain. Dengan adanya sertifikat tersebut, harapannya dapat menjadi tambahan modal bagi para PKL. Namun, mereka terikat 5 tahun penggunaan sertifikat untuk permodalan. Kalau tidak lancar secara tegas akan dicabut HGB nya dan akan diberikan kepada yang lain, tegas Walikota. Pemindahan ini merupakan tahap awal mengingat belum semua PKL dapat direlokasi. Selanjutnya, ditargetkan tahun 2017, kurang lebih 200 PKL lain yang belum dapat dipindahkan di samping shelter suryo kusumo yang sudah terbangun ini.   Hal ini, lanjutnya, merupakan wujud komitmen pemkot untuk menjadikan para PKL lebih mandiri dan juga menyediakan akses jalan yang lebih baik serta nyaman bagi warga dan pengguna jalan Jl. Tlogosari. Kedepan, Pemkot juga akan terus memfasilitasi komunikasi warga Tlogosari dan para PKL jika dinilai masih ada komunikasi yang belum lancar. Kepala Dinas Pasar Trijoto menambahkan saat ini para PKL menempati lapak dengan luas 2x3 m2. Untuk relokasi tahap II akan dilakukan pembahasan bersama dinas tata kota dan perumahan terkait konsep dan penggunaan lahan. Direncanakan DED akan dianggarakan pada APBD Perubahan 2016 dan realisasi di tahun 2017. Sementara Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Kota Semarang, Ngadino, menyampaikan saat ini para pedagang telah pindah ke shelter yang baru. Meski demikian untuk pembersihan lapak lama dibutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu. Dirinya juga meminta Satpol PP Kota Semarang untuk menindak tegas jika ada PKL masih berjualan di tempat lama. Tercatat, saat ini terdapat kurang lebih 400 anggotanya yang berjualan di Jl Tlogosari, sehingga ada 200 PKL yang belum direlokasi.