• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang Akan Dilalui Gerhana Matahari Berbentuk Sabit

 07-03-2016 17:06 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 383 kali Berita Kota
Kota Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah menurut para ahli astronomi atau akademisi dari pakar fisika, akan dilewati juga fenomena alam yang jarang terjadi di Indonesia pada 9 Maret mendatang. Yakni berupa Gerhana Matahari Total. Khusus di Kota Semarang, yakni berupa Gerhana Matahari berbentuk Sabit sehingga akan menjadi pemandangan yang indah dan spektakuler. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Astrofisika AR Sugeng Riyadi saat menjadi narasumber  dalam Seminar Nasional Gerhana Matahari Total Milik Indonesia kerjasama Masjid Agung Jawa Tengah dengan Prodi Ilmu Falak UIN Walisongo dan Kanwil Kementrian Agama di MAJT. AR Sugeng Riyadi menambahkan, selain Semarang, daerah lain yang juga akan dilalui fenomena alam Gerhana Matahari yakni Bangka Belitung,  Palembang, Palu, Balikpapan.  “Sedangkan di Jawa Tengah, daerah yang dilalui juga ada Sukoharjo dan daerah lainnya. Gerhana Matahari merupakan fenomena langka terjadi karena fenomena alam, terjadi pada saat Gerhana Matahari ini posisi bulan berada tepat segaris diantara matahari dan bulan, bulan akan mengalangi cahaya matahari yang menuju beberapa daerah di permukaan bumi. Ini menyebabkan Gerhana Matahari Sebagian dan Total,”terangnya, Senin (7/3). Sementara itu, Ketua Asosiasi Ahli Falak Indonesia DR KH Ahmad Izzudin mengatakan, bahwa Gerhana Matahari yang terjadi di Semarang sama halnya terjadi di Zaman Rasulullah, karena berbentuk sabit. Dan terjadinya juga hampir bersamaan yakni pada pagi hari sekitar pukul 06.30-8.30 WIB. “Sehingga menjadi pemandangan yang langka, sehingga kami akan melakukan pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT) di halaman plaza MAJT pada Rabu (9/3) serta sekaligus melaksanakan sholat Khusufus Syamsi atau solat Gerhana Matahari,”imbuhnya. Sementara itu, DR Eng Rinto Anugraha dosen Fisika UGM Yogyakarta mengatakan, Menurut dia, peristiwa astronomis seperti Gerhana Matahari yang akan terjadi ini puncaknya akan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pengamatan Gerhana Matahari akan dilakukan oleh para ahli sedunia, sehingga bisa bermanfaat  dan memberikan terobosan-teroboson ilmu astronomi untuk umat manusia.