• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wakil Walikota Resmi Canangkan PIN Polio

 08-03-2016 15:18 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 374 kali Berita Kota
Bertempat di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari Selasa(8/3) Wakil Walikota secara resmi mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Kota Semarang tahun 2016. Pencanangan ditandai dengan meneteskan vaksin polio kepada dua orang balita yang dilakukan oleh Wakil Walikota dan Ketua TP PKK Kota Semarang, Tya Hendrar Prihadi. Pencanangan diikuti dengan meneteskan vaksin pada kurang lebih 200 balita yang ada di lokasi pencanangan. Pencanangan dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Rotary serta ratusan balita. Secara simbolis Wakil Wali Kota Semarang dan Ketua Tim Penggerak PKK meneteskan vaksin polio kepada balita. Serentak dengan program nasional, pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kota Semarang akan dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai 15 Maret 2016 di seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu, posyandu dan Rumah Sakit Kota Semarang dengan sasaran anak usia 0 – 59 bulan. Menurut, Dr. Widoyono, MPH dalam laporannya jumlah sasaran balita penerima vaksin polio di Kota Semarang sesuai dengan hasil pendataan terakhir adalah sebanyak 135.520 anak. Mereka, lanjutnya, akan dilayani di 1.575 pos pelayanan imunisasi/ posyandu, 71 puskesmas & puskesmas pembantu, 24 rumah sakit oleh tenaga medis/paramedis dan kader posyandu yang terlatih. “Cakupan imunisasi polio dan polio 4 Kota Semarang pada tahun 2014 dan 2015 mencapai 100 %. Sedangkan kasus AFP tahun 2014 dan 2015 masing-masing 11 dan 8 kasus yang telah memenuhi target yang ditentukan dengan konfirmasi hasil laborat negatif semua,” ungkap Widoyono. Kepada ketua TP PKK Kota Semarang, Widoyono menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan penggerakan massa untuk mensukseskan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional Polio ini terutama para kader PKK yang langsung membantu di Pos-pos pelayanan imunisasi.   Sementara Wakil Walikota dalam sambutan Walikota Semarang yang dibacakannya menyampaikan Pemerintah Kota Semarang mendukung dan menyambut baik pelaksanaan PIN polio yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan PIN ini, lanjutnya, sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 B ayat 2 sebagai wujud upaya memenuhi hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta mendapat perlindungan dari kekerasan diskriminasi. Selain itu, PIN Polio juga sebagai investasi masa depan guna menciptakan generasi muda bangsa yang sehat, kuat dan tangguh. “Meski hanya dengan satu tetes PIN polio, namun konteks dan efeknya sangat luas dalam pembangunan daerah, karena melalui pelaksanaan PIN dapat meningkatkan ketahanan bagi kesehatan masyarakat,” pesan Wakil Walikota. Lebih lanjut, Wakil Walikota menyampaikan bahwa tujuan pemberian imunisasi Polio ini tidak akan dapat tercapai jika tidak didukung semua pihak, mengingat prinsipnya pencegahan penyakit polio adalah upaya integratif antara Pemerintah dan seluruh masyarakat. Karenanya Wakil Walikota berpesan kepada semua komponen masyarakat untuk berbondong-bondong membawa putra/putrinya untuk mendapatkan imunisasi polio. “Ajak dan informasikan kepada teman, tetangga, kerabat bahwa hari ini sampai 15 Maret yang akan datang ada PIN polio. Yakinkan bahwa imunisasi merupakan upaya yang paling murah dan ringan dalam mencegah penyakit,” lanjutnya. Sejak Februari 2006, oleh WHO, Indonesia ditetapkan sebagai daerah non endemis karena tidak dijumpai adanya kasus polio. Capaian positif ini diminta untuk tetap dipertahankan dengan upaya pencegahan penyakit polio yang tak berhenti hanya pada momen pencanangan PIN polio ini saja tapi seterusnya melalui dukungan seluruh komponen masyarakat. “Pencanangan ini jangan hanya menjadi seremoni semata, namun mari bersama sukseskan agar tak ada anak yang terlewat mendapatkan vaksin polio ini. DKK untuk bisa didata anak-anak yang sudah dan belum mendapatkan vaksin ini,” pesannya. Harapannya, pencanangan PIN polio ini dapat menjadi pelecut semangat kita bersama untuk mempertahankan Indonesia bebas polio. Kedepan, dirinya meminta kepada jajaran Puskesmas, PKK dan Posyandu, diminta untuk terus meningkatkan program-program kesehatan dengan tujuan adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.