• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hadapi MEA, Buruh Semarang Mulai Ikuti Sertifikasi

 11-03-2016 07:34 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 316 kali Berita Kota
Untuk mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean(MEA), buruh lokal Kota Semarang mulai melakukan langkah antisipasi yakni melalui upaya sertifikasi. Dengan sertifikasi tersebut dipastikan kualitas buruh lokal tidak tertinggal dengan buruh dari negara lain. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang, Edy Riyanto upaya antisipasi hal tersebut di Kota Semarang melalui peningkatan kualitas kerja. Saat ini peningkatan kualitas pekerja Kota Semarang, di tempuh melalui program sertifikasi tenaga kerja. "Meski saat ini masih terhitung sedikit, yakni sekitar 40 tenaga kerja yang disiapkan mendapat pelatihan kompetensi. Namun hal itu akan terus diperbanyak secara bertahap,"katanya, Kamis (10/3). Ditambahkan, bahwa perusahaan –perusahaan di Semarang, saat ini sudah menyiapkan anggaran, bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Pekerja (BNSP) di jakarta. Disnakertans Kota Semarang dalam hal ini menjadi fasilitator untuk membantu perusahaan yang ada di Semarang, untuk mendaftarkan karyawannya mendapatkan pelatihan kompetensi pekerja di Jakarta. "Dalam program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang ada di Semarang melalui sertifikasi, pihak perusahaan di Kota Semarang banyak yang antusias, dan ingin mendaftarkan karyawannya. Bahkan, saat ini terdapat sekitar 8 ribu dari beberapa pabrik garmen di Semarang, yang sudah mengantre untuk mendaftar sertifikasi di Jakarta. Bagi karyawan atau buruh yang sudah bersertifikasi, dipastikan mereka akan bisa bekerja di seluruh negara anggota MEA, karena telah memiliki kualifaikasi internasional,"terangnya. Seperti diketahui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)yang dimulai sejak tahun 2016, tentu menjadi angin segar sekaligus tantangan bagi tenaga kerja lokal terutama di Kota Semarang. Dengan pemberlakuan kebijakan tersebut, tenaga kerja lokal, akan bisa bekerja di semua negara Asean, atau tenaga kerja asing bisa bekerja di perusahaan Indonesia.