• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pemkot Siap Fasilitasi Persoalan Warga Terdampak Tol

 11-03-2016 07:36 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 381 kali Berita Kota
Pemerintah Kota Semarang siap memfasilitasi keluhan warga Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, yang protes hasil verifikasi lahan/bangunan terkait program pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Jalan Tol Batang-Semarang itu program yang sudah sangat lama. Di era Presiden Joko Widodo, rencana itu ditindaklanjuti kembali dengan pelibatan pemerintah provinsi dan kota. Dari data hasil izin lokasi awal, menurutnya, semua warga yang terdampak sudah tercakup. ''Kalau kemudian ada warga yang belum masuk (sebagian fasilitasnya belum terdata dalam hasil verifikasi-red), ini kami maknai sebagai momen untuk memberi masukan kepada pemerintah, supaya pembangunan jangan sampai merugikan masyarakat,'' katanya (10/3). Wali kota yang akrab disapa Hendi ini menegaskan, dirinya mendorong warga untuk menyampaikan persoalan ini ke Pemkot Semarang maupun ke Pemprov Jateng. Termasuk warga terdampak jika rumahnya belum terdata. Dalam hal ini, pemkot siap menerima laporan dari warga. Hendi menegaskan, dalam pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang, pemkot sendiri belum mengetahui pembebasan lahan menjadi tugas siapa. Jika proyek itu dikerjakan oleh swasta, maka mestinya pembebasan lahan itu juga tugas pihak swasta tersebut. Tapi pihaknya belum tahu secara persis tentang kewenangan tersebut. ''Saya akan cek ke dinas terkait, apakah pembebasan lahan itu tanggungjawab pemerintah atau pihak pengembang,'' katanya. Ditambahkan, pembangunan jalur Tol Batang-Semarang berbeda dengan program rencana normalisasi Banjirkanal Timur. Menurutnya, normalisasi Banjirkanal Timur itu proyek pemerintah murni, dengan dana dari APBN. Satuan kerja yang mengerjakan fisiknya, dan pembebasan lahannya yakni tanggung jawab pemkot. ''Tapi jalan tol ini, yang saya dengar akan dikelola oleh swasta sesuai persetujuan pemerintah pusat,'' tandasnya. Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan, pembangunan jalan tol itu semua dari pemerintah pusat. Pemkot, dalam hal ini Bina Marga yang menangani jalan, tidak diberi tugas, termasuk pembebasan lahan yang kini timbul persoalan. Sebelumnya, ratusan warga Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, yang terdampak pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang kecewa. Mereka protes karena fasilitas miliknya seperti sumur, tandon air, saluran, dan septictank tidak masuk dalam verifikasi. Padahal sebelumnya sudah disurvei dan diukur petugas. Ada 478 warga yang protes dari keseluruhan sekira 794 warga yang terdampak.