• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Sebarkan Virus Gerakan Pungut Sampah

 20-03-2016 15:03 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 567 kali Berita Kota
Pesan Walikota kepada Satpol PP yang disampaikan minggu lalu  pada saat kerjabakti bersih lingkungan di Kelurahan  Kuningan tentang perlunya penegakan perda No 6 Tahun 2012  tentang  Pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan  , disambut positif oleh beberapa komunitas di Kota Semarang, diantaranya Indonesian House Keepers Association (IHKA) sebuah asosiasi housekeepers hotel-hotel yang ada dikota Semarang , minggu (20/3) di area car free day Jl. Pahlawan.  melakukan   "gerakan pungut sampah "  menurut Asmungi dari IHKA gerakan ini  dalam rangka mempopulerkan dan menggiatkan kembali betapa pentingnya memungut sampah yang ditemui sepanjang jalan untuk dibuang pada tempatnya, pesan moral gerakan ini adalah pentingnya tanggung jawab masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan , menurutnya sampah selalu menjadi permasalahan disetiap daerah dengan tingkat cukup tinggi dikarenakan kurangnya kesadaran dan kepedulian dari masing-masing masyarakat, dari masyarakat masih banyak yang menganggap bahwa kebersihan dan pembersihan sampah hanya menjadi tanggung jawab institusi tertentu. Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang pagi itu menghadiri beberapa acara dia area Car Free Day ikut bergabung dengan komunitas IHKA, dirinya salut dengan gerakan pungut sampah yang diprakarsai IHKA, kesadaran seperti inilah yang harus kita dukung bersama mengingat permasalahan kebersihan akan bisa diatasi jika kita bergerak bersama mengelola sampah . Tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan bisa diawali dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga, ajarkan kepada anak-anak kita sedari kecil untuk membuang sampah apakah itu sekedar bungkus permen, kertas, sisa makanan kedalam tempat sampah, perilaku orang tua yang membuang sampah pada kotak sampah ketika berada di tempat umum akan ditiru oleh anak-anak. Hendi menghimbau agar "  Virus Gerakan Pungut Sampah"  ini agar ditularkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, dirinya yakin bahwa dukungan kesadaran masyarakat ikut menjaga kebersihan di ruang publik akan membuat kota Semarang semakin bersih dan nyaman. Menurut Ulfi ,  Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) data mengenai  jumlah sampah di area car free day mulai Jl. Pahlawan, Lapangan Simpanglima,Jl. Imam Barjo, Taman Menteri Supeno dan Jl. Pandanaran saat ini berkurang jauh,  kalau sebelumnya mencapai 16 ton disetiap hari Minggu , sekarang hanya separohnya sekitar 7 sd 8 ton, upaya yang dilakukan untuk menekan sampah dijalanan  diantaranya menempatkan tempat sampah portabel kapasitas 1 kubik di 28 titik ,  juga  mengerahkan tim  SJR  ( Satgas Jogo Resik) yang beranggotakan 40 orang , selain itu  dirinya juga menghimbau kepada event organizer yang menyelenggarakan kegiatan di area CFD untuk menyediakan tempat sampah. Dalam minggu ini DKP bersama Satpol PP akan melakukan penindakan bagi warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan , berdasarkan perda No. 6 tahun 2012 bahwa bagi  pelanggar bisa  dikenakan sangsi kurungan maupun denda. keterangan foto :  Hendi bersama anggota IHKA  yang melakukan aksi Gerakan Pungut Sampah dia area CFD.