• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

“Anggaran  Pembanguan Daerah itu adalah Dari Rakyat, Untuk Rakyat dan Oleh Rakyat”

 22-03-2016 08:49 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 513 kali Berita Kota
Guna mendorong pembangunan Kota Semarang tahun 2017, Bappeda Kota Semarang mengadakan Musyawarah Rencana Pembanguan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2017. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 21 & 22 Maret 2016  dan dibuka oleh Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi  di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ichsan Lt.8 Balaikota Semarang, Senin (21/03).

Dalam laporannya, ketua penyelenggara Musrenbang Kota Semarang tahun 2017 Ir. Bambang Haryono mengatakan bahwa dasar dari Musrenbang Tahun 2017 adalah Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN); Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan rencana, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 9 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Kota Semarang; Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Semarang tahun 2005 – 2025.

Bambang juga menambahkan bahwa ada empat maksud dan tujuan dari Musrenmbang tahun 2017 ini yaitu Menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kota Semarang dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah Provinsi Jawa Tengah, Mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada Pemerintah daerah pada Musrenbang Kecamatan dan atau sebelum Musrenbang ini dilaksanakan, Mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah dan Menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah.

Musrenbang Kota Semarang Tahun 2017 diikuti oleh kurang lebih 250 orang peserta yang terdiri dari DPRD Kota Semarang, Muspida Plus dan Muspida Kota Semarang, Bappeda Provinsi Jateng, Bappeda se-wilayah Kedungsapur, Perwakilan Perguruan Tinggi, LSM, Asosiasi di Kota Semarang, Organisasi Wanita, Media, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, Delegasi Kecamatan dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang serta pemerhati pembangunan Kota Semarang. Sementara narasumber yang akan mengisi kegiatan tersebut adalah Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Walikota & Wakil Walikota Semarang, Kota DPRD Kota Semarang, Kepala DPKAD Kota Semarang dan Kepala Bappeda Kota Semarang.

Sementara itu Walikota Semarang dalam sambutannya mengatakan bahwa yang terpenting dari ini semua bahwa anggaran ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, karena APBD ini dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Lebih lanjut Hendi mengatakan melalui MUSRENBANG RKPD 2017 ini diharapkan yang pertama, harus ada kesinambungan antara program kegiatan SKPD dengan visi dan misi yang Saya usung bersama Mbak Ita. Yang kedua, ada kesinambungan antar-program dan kegiatan di tingkat Kecamatan/Kelurahan dengan SKPD terkait guna merealisasikan visi, misi dan program-program pembangunan selama lima tahun ke depan.

“Kita akui PR kita masih banyak, setidaknya ada empat persoalan pembangunan yang harus segera kita selesaikan, pengentasan kemiskinan, penanganan rob dan banjir,  infrastruktur dan problem kemacetan di beberapa titik, ditambah persoalan pendidikan dan kesehatan. Untuk itu, Saya berharap adanya masukan dari semua pihak sehingga harapan dan keinginan masyarakat sejalan dan sesuai dengan prioritas program kegiatan sebagaimana nanti terumuskan di dalam RKPD. Pengalaman selama beberapa tahun terakhir dalam penyusunan RKPD harus dijadikan pedoman sehingga tahun 2017 akan semakin baik, lebih tepat sasaran dan yang terpenting jangan asal copas alias copy paste tahun-tahun sebelumnya. Kebutuhan dan tuntutan masyarakat dari tahun ke tahun sifatnya dinamis, sehingga prioritas pembangunan pun tentu juga akan berubah. Mana yang memang benar-benar perlu dibangun, itu yang diprioritaskan” imbuhnya.