• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Gerakan Tanam Cabai

 29-03-2016 11:22 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 686 kali Berita Kota
GERAKAN TANAM CABAI Senin (28/03) Walikota Semarang H Hendrar Prihadi membuka “Gerakan Tanam Cabai” di Musim Kemarau dengan menggunakan “Teknologi Instalasi Irigasi Tetes”, di Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan Semarang. Kegiatan tanam cabai ini merupakan program Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Semarang. Turut hadir dalam acara tersebut kepala SKPD, perwakilan Dandim, perwakilan Polrestabes para camat dan lurah, Pengurus PKK se-Kecamatan Ngaliyan, Ketua Asosiasi dan Kelompok Tani. Kegiatan Tanam Cabai tersebut diikuti oleh 6 kelompok tani yaitu K.T. Makmur dari Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan, K.T. Sido Rahayu Kelurahan Ngadirgo Kecamatan Mijen, K.T. Barokah Kelurahan Polaman Kecamatan Mijen, K.T. Gunungpati I Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati, K.T. Sidodadi Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati, K.T. Ambar Arum Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati. Dalam laporannya Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana mengatakan maksud dari Gerakan Tanam Cabai ini agar kedepan ketersediaan cabai merata sepanjang tahun dan harga cabai tetap terjangkau. Dalam keterangan nya, Rusdiana mengatakan bahwa tujuan dari penanaman cabai dengan teknologi instalasi irigasi tetes tersebut adalah efisiensi penggunaan air dalam budidaya, efisiensi tenaga kerja, efisiensi waktu pengelolaan usaha tani. Ditambahkan bahwa kegiatan ini sebagai demplot penanaman cabai saat musim kemarau, kemandirian wilayah untuk pengembangan cabai, serta fasilitasi investasi usaha tani. Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyambut positif dengan adanya kegiatan ini, dalam sambutannya Hendi mengatakan bahwa kegiatan tanam cabai ini merupakan langkah taktis menekan sekaligus mengurangi salah satu pemicu tingginya angka inflasi. Karena selama ini komoditi cabe memiliki kontribusi terhadap tingginya angka inflasi, hal ini karena belum meratanya jumlah pasokan. Sehingga berimbas langsung pada mahalnya harga jual cabe di pasaran. Seperti diketahui bila musim hujan datang, produksi cabe banyak yang mengalami penurunan bahkan gagal panen. Untuk itu, tepat sekali kalau ada sebuah gerakan yang sifatnya masif, dengan menanam cabe di musim kemarau. “Dengan menambahkan dengan menjaga ketersediaan cabe merata sepanjang tahun, berarti dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekalipun pada musim hujan dan bermuara pada kemandirian pangan di Indonesia dan Kota Semarang pada khususnya.” katanya. Terkait dengan instalasi irigasi tetes air, dihadapan kelompok tani yang hadir,Walikota Semarang menegaskan bahwa tidak perlu khawatir menanam cabai di musim kemarau, karena Dinas Pertanian Kota Semarang telah mempersiapkan sebuah teknologi instalasi irigasi tetes (hemat air) karena dapat menghemat penggunaan air dalam budidaya cabe, menghemat tenaga kerja dan yang terakhir, menghemat waktu pengelolaan usaha tani. Selain itu Pemerintah Kota Semarang juga akan memberikan bantuan komponen sarana budidaya cabe yang terdiri dari biaya investasi dan biaya produksi. “Saya berharap kepada semua stakeholder terkait untuk terus berkoordinasi, bekerja sama dan membantu kelancaran program Gerakan Tanam Cabai di Musim Kemarau (GTCK) di Kota Semarang. Tidak mungkin kalau hanya mengandalkan Pemerintah Kota Semarang dan para petani, butuh adanya komitmen, semangat dan kesengkuyungan dari semua komponen masyarakat”, imbuhnya.