• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

PIP Dinobatkan sebagai TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

 31-03-2016 18:03 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 720 kali Berita Kota
Inovasi Pusat Informasi Publik (PIP) dinobatkan sebagai salah satu Top 99 Inovasi Pelayanan Publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi kepada Pemkot Semarang. Inovasi PIP terpilih sebagai 99 inovasi terbaik setelah berhasil menyisihkan 2.350 inovasi lain dalam kompetisi tahunan ini. PIP merupakan inovasi pelayanan publik dengan konsep menggabungkan 3 pelayanan (3 in 1), meliputi pelayanan informasi dan dokumentasi PPID, pelayanan pengaduan P3M dan pelayanan fasilitas TIK. Kompetisi inovasi pelayanan publik 2016 merupakan agenda tahunan, yang diselenggarakan sejak tahun 2014. Kompetisi ini merupakan wujud dari program one agency, one innovation (OAOI) yang mewajibkan setiap kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten/kota wajib menciptakan minimal satu inovasi setiap tahun. Menurut Deputi bidang pelayanan publik KemenPANRB, Mirawati Sudjono, penganugerahan top 99 diberikan kepada instansi yang dinilai baik dalam memberikan inovasi pelayanan publik. Penghargaan diserahkan kepada 11 kementerian, 25 provinsi, 40 kabupaten, 13 kota serta 5 BUMN.      Dengan adanya kompetisi ini, maka setiap intansi harus berusaha menciptakan minimal satu inovasi. Pemerintah melalui Menteri PANRB akan menegur intatansi yang tidak mengirimkan atau mendaftarkan satupun inovasi dalam kompetisi. Lebih lanjut, Mirawati menerangkan animo intansi untuk mengikut kompetisi ini, semakin tinggi. Pada 2014 ada 515 inovasi yang yang dikompetisikan dan pada 2015 jumlah  peserta meningkat menjadi 1.189 inovasi. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini BUMN juga diundang untuk ikut sebagai peserta kompetisi. Sehingga, peserta kompetisi inovasi berjumlah total 2.350 inovasi yang kemudian disaring menjadi 99 besar. Sementara MenPANRB, Yudi Chrisnandi dalam sambutannya mendorong seluruh pihak untuk memperbanyak inobvasi pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna memperluas jaringan kerjasama. Disamping itu, perlunya memperkuat integritas ASN serta meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi juga diperlukan untuk memperkuat kepercayaan publik kepada pemerintah.  Kompetisi ini diharapkan pula dapat menjadi media untuk saling berbagi, mentransfer dan mengaplikasikan inovasi-inovasi yang sudah dibuat. “Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal diharapkan dapat memperluas jaringan kerjasama serta sarana berbagi pengetahuan pengalaman antar instansi untuk menularkan best practices,” ungkap Yudi.   Sebanyak 99 instansi terbaik ini selanjutnya akan mempresentasikan inovasinya dan diwawancara didepan tim panel independen untuk selanjutnya dipilih 35 besar. Bersamaan dengen penyerahan penghargaan, Kementerian PANRB bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar simposium dan gelar inovasi pelayanan publik yang dimulai sejak tanggal 31 Maret – 2 April 2016.