• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Warga Rusunawa Harus Menjaga Lingkungan Dengan Baik

 04-04-2016 13:36 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 380 kali Berita Kota
Warga penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) diminta untuk ikut menjaga dan merawat keberadaan aset dan fasilitas yang ada di sana. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika melakukan peninjauan ke Rusunawa Kudu di Kecamatan Genuk Semarang, belum lama ini. Terlihat warga Rusunawa sangat antusias dengan kedatangan Hendi, sapaan akrab wali kota. Bahkan ada beberapa warga yang memberi usulan terkait keberadaan Rusunawa di sana.

Hendi pun meresponnya dengan mengajak warga berdialog mengenai kondisi fasilitas di sana, seperti listrik dan air. Seperti diketahui listrik dan air hingga saat ini belum lancar, namun Hendi menjanjikan kepada warga dalam waktu dekat listrik dan air sudah bisa dimanfaatkan. "Dari dialog, banyak awarga yang meminta ada akses trayek angkutan umum yang melewati Rusunawa.

Hal ini akan kami bahas dulu dengan Dishubkominfo," kata Hendi. Dirinya juga mengimbau kepada warga dan dinas terkait untuk melakukan penghijauan di area sekitar Rusunawa. Agar di daerah tersebut terlihat lebih teduh dan dapat mengantisipasi banjir jika musim hujan datang. Untuk jalan masuk ke Rusunawa Kudu tersebut, Wali Kota Semarang juga meminta Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang untuk meninggikan akses jalan, agar akses masuk ke Rusunawa Kedu lebih nyaman.

"Kami berharap warga juga ikut menjaga aset dan fasilitas yang ada. Selain itu kami juga menekankan kepada penghuni untuk selalu menjaga kebersihan," tegasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Agus Riyanto menegaskan, dengan tingginya permohonan penggunaan Rusunawa dari masyarakat, Pemkot Semarang berencana membangun Rusunawa sendiri yang berasal dari dana APBD Kota. Selama ini Rusunawa yang ada di Kota Semarang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

"Mengingat kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi di setiap tahunnya, maka pemkot akan membangun sendiri Rusunawa yang bersumber dari APBD. Tahun 2017 akan dilakukan kajian. Mudah-mudahan tahun 2018 bisa dibangun sehingga warga yang belum punya rumah bisa tinggal di Rusunawa Pemkot,” katanya. Minat masyarakat untuk tinggal di Rusunawa terus bertambah tiap tahun. Hal itu terbukti dari pendaftaran calon penghuni Rusunawa Karangroto Genuk, ada sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK). Padahal kuota yang ada hanya sekitar 310 KK. Ada pun lahan yang akan digunakan menurut Agus, yaitu di wilayah Semarang bagian bawah seperti daerah Tambaklorok dan Karangroto di wilayah Genuk. “Wilayah Karangroto itu misalnya, seperti yang kita lihat lahannya masih luas. Nantinya lahan yang digunakan itu tanah aset atau bisa juga lahan yang kita bebaskan,” katanya