• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Bangunan Liar di Atas Saluran Akan Dibongkar (Penataan Kota Lama Semarang)

 16-04-2016 22:35 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 867 kali Berita Kota
Langkah cepat dilakukan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2) Semarang dalam rencana menata Kota Lama. Tahapan awal yang dilakukan, Badan ini merekomendasikan kepada Pemkot Semarang untuk membongkar semua bangunan liar yang berada di atas saluran air. Dikarenakan, selain membuat kawasan menjadi kumuh, bangunan tersebut juga menyulitkan Dinas Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Semarang untuk membersihkan saluran. Dampaknya, setiap hujan deras Kota Lama terancam terjadi genangan. Hal itu terlihat ketika Ketua BPK2L yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan kunjungan di wilayah Kota Lama Semarang, Jumat (15/4). Bersama jajaran pengurus BPK2L serta pimpinan SKPD seperti Dinas PSDA-ESDM, BPPT, Dinas Bina Marga, Dinas Pariwisata, dan Bappeda, Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu menyusuri beberapa kawasan kumuh, khususnya di Jalan Merak yang terletak di sekitar Polder Tawang. Di sana Ita menemukan banyak permasalahan, seperti saluran yang digunakan warga untuk mendirikan warung, tempat karaoke, dan tempat tinggal. "Penataan bisa dimulai dari sini. Bangunan liar tersebut harus ditata agar tak mengganggu drainase," katanya. Selain penataan saluran, Ita juga akan membuat rekomendasi tentang kebersihan dan penerangan jalan umum di kawasan Kota Lama. Ita menegaskan, penataan kawasan Kota Lama Semarang harus melibatkan lintas sektor, antar-satuan kerja perangkat daerah (SKPD). "Kami sudah melakukan pemetaan di kawasan Kota Lama. Mana-mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan," kata Ita usai melakukan tinjauan ke sejumlah titik di kawasan Kota Lama, seperti Jalan Merak dan Jalan Kepodang. Ia menjelaskan BPK2L akan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Semarang atas hasil pemetaan dan kajian yang dilakukan, sebab kewenangan eksekusi dan regulasi merupakan ranah pemerintah. "Dari BPK2L hanya sebatas memberikan masukan, namun kewenangan dan regulasinya kan pemerintah. Makanya kami libatkan semua SKPD pada tinjauan ini," kata Ita. Menurut dia, SKPD tidak bisa berjalan sendiri, namun harus melengkapi, seperti kebersihan ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), saluran oleh Dinas PSDA-ESDM, izin oleh BPPT, pengawasan oleh Satpol PP, dan infrastruktur jalan oleh Bina Marga. Ia mengakui sejauh ini anggaran khusus untuk revitalisasi kawasan Kota Lama memang belum disiapkan, namun masih sebatas dari SKPD terkait sehingga langkah penataan Kota Lama belum berjalan optimal. Dengan kondisi sekarang ini, kata dia, seperti sarana prasarana serta saluran air yang belum tertata baik, tentunya sulit untuk mengajak pemilik gedung mengembangkan asetnya, apalagi pihak luar. "Kota Lama ini monumental, ikon Kota Semarang yang harus diprioritaskan," tandasnya. Plt Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Ayu Entys yang ikut dalam rombongan mengatakan, dalam waktu dekat akan menghilangkan bangunan yang berada di atas saluran. Dia akan meminta bantuan Lurah dan Camat setempat agar proses penertiban ini berjalan secara baik. "Ketika akan dibangun, normalisasi perlu dilakukan. Bangunan yang ada di atas saluran akan dihilangkan. Mereka yang sekarang menempati sudah bersedia untuk ditata, tinggal menunggu waktu saja. Kami juga akan membersihkan saluran yang ada di sana," paparnya.