• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Supervisi Kawasan KTR, 10 Lokasi KTR di Supervisi

 20-04-2016 10:13 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 770 kali Berita Kota
Sebagai wujud pembinaan dan monitoring implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Semarang, tim supervisi KTR melakukan kunjungan di sejumlah area publik. Supervisi dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan di 10 lokasi yang menjadi sample. Supervisi dilaksanakan selama 10 hari sejak Senin(4/4) lalu dan berakhir Senin(18/4).

Tim yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang ini melakukan monitoring dan evaluasi ke 10 lokasi sample yakni kawasan pelayanan kesehatan, pendidikan dan kantor pemerintahan. Secara acak, dipilih 10 lokasi yang dikunjungi supervisor diantaranya SMAN 8, Puskesmas Mangkang, Puskesmas Miroto, RS Roemani, SD Hj. Isriati Baiturahman 2, Kecamatan Gajahmungkur dan Kelurahan Bojong Salaman. Supervisi ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, KPKTR (Komunitas Peduli Kawasan Tanpa Rokok), LP2K (Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen) Jawa Tengah, Dinas Pendidikan, Satpol PP, Bagian Tapem serta Bagian Humas.

Dalam kegiatan ini, tim  meninjau sejauh mana implementasi Perda dan Perwal KTR yang ada di lokasi, namun tak sampai melakukan penindakan. Dalam kegiatan supervisi dan monitoring ini dilakukan pula sosialisasi kepada pimpinan dan jajaran lokasi monitoring. Kegiatan ini merupakan implementasi Perda Kota Semarang No. 3 tahun 2013 tentang KTR serta Perwal No. 29A Tahun 2014 tentang KTR dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) yang menjabarkan dan membahas lebih detail tentang kawasan tanpa rokok. Dalam peraturan tersebut, tidak melarang aktivitas merokok, melainkan memberikan batasan area-area larangan merokok. Diharapkan dengan adanya pembatasan area merokok ini dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada warga yang tidak merokok dari bahaya asap rokok.

Dalam perda dan perwal tersebut, mengatur adanya kawasan yang harus benar-benar steril dari aktivitas merokok, promosi, jual beli produk tembakau dengan batas pagar terluar. Menurut Perda, KTR meliputi fasilitas layanan pendidikan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah. Angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya. Sedangkan dalam perwal, telah ditetapkan 3 area publik sebagai KTR adalah tempat pelayanan pendidikan, tempat pelayanan kesehatan, serta kantor pemerintahan.

Dalam pantauan tim supervisi KTR di sejumlah lokasi, sudah didapati pemahaman yang baik dari pimpinan lokasi dan jajaran. Namun, secara implementasi masih ditemukan adanya aktivitas merokok di dalam kawasan. Misal, untuk rumah sakit meski tak ada aktivitas merokok di lokasi pelayanan namun ditemukan kegiatan merokok di lokasi parkir yang notabene masih masuk dalam area. Selanjutnya, sebagai tindak lanjut, akan dilakukan penindakan oleh Satpol PP Kota Semarang. Sebagaimana peraturan, pelanggaran pada KTR dikenai denda 50 juta atau kurungan selama 3 bulan.