• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

“JALAN SEHAT SAMBIL PUNGUT SAMPAH”

 24-04-2016 11:50 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 370 kali Berita Kota
Semarang, Persoalan sampah menjadi masalah serius di Kota Semarang. Berkaitan dengan pembuangan sampah, Pemkot Semarang sangat gencar melakukan sosialisai Perda No.6 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat. Bertempat di Halaman Gedung DPRD Jawa Tengah, Walikota Semarang Hendrar Prihadi membuka acara bertajuk “Jalan Sehat Pungut Sampah, Donasi Untuk Petugas Kebersihan Kota Semarang” (04/24).

Tampak hadir mendampingi Walikota Semarang, Kepala Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki. Sementara, kurang lebih 500 peserta  ikut berpartisipasi dalam acara ini. Dalam sambutannya Walikota Semarang mengatakan,  bahwa dalam acara tersebut mengandung nilai yang sangat penting. Pertama, nilai kesehatan. Hendi sapaan akrab Walikota Semarang mengungkapkan  bahwa Men Sana in Corporesano sangatlah penting. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Dengan jalan sehat, tubuh sehat, jiwa ikut sehat dan pikiran pun jadi fresh sehingga yang muncul adalah ide-ide positif dan kreatif untuk kemajuan bersama, khususnya Kota Semarang yang sebentar lagi, tepatnya tanggal 2 Mei berulang tahun ke-469. Lebih lanjut di poin yang kedua, adalah nilai kebersihan. Menurutnya bahwa acara gerakan pungut sampah kali ini diharapkan mampu membuka kesadaran masyarakat bahwa melalui gerakan yang simple, ringan dan sederhana akan mampu menciptakan kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi sampah demi terwujudnya Indonesia Bersih 2020.

“Sebagai informasi, di tingkat internasional, Negara kita menduduki peringkat kedua penghasil sampah plastik setelah Tiongkok. Dari data terakhir pada tahun 2015, Indonesia menghasilkan sampah plastik mencapai 187,2 ton. Salah satu contoh penghasil sampah plastik adalah investasi swasta di bidang retail di mana jumlah gerai sebanyak 32.000 gerai yang menghasilkan sampah/kantong plastik sebanyak 9,6 juta lembar per hari.”  terang Walikota Semarang. Terakhir, adalah nilai sosial. “Bahwa kita ingin menunjukkan kepedulian terhadap sedulur-sedulur kita ‘pahlawan kebersihan’ yang selama ini mungkin sering luput dari perhatian. Padahal peran dan kontribusi sedulur-sedulur kita para petugas kebersihan sungguh sangat luar biasa.” Cetusnya. Sebelum mengibarkan bendera start dimulainya jalan sehat, Walikota didampingi Kepala Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Semarang, memberikan donasi kepada petugas kebersihan Kota Semarang yang diwakili oleh Bp. Fathar.