• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

SATPOL PP bentuk Tim Reaksi Cepat

 28-04-2016 08:53 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 448 kali Berita Kota

Satpol PP akan meluncurkan program Fast Respon Unit (FRU) dalam HUT Ke-66 Satpol PP Kota Semarang, Kamis (28/4). Program tersebut untuk merespons cepat segala keluhan dari masyarakat terkait ketertiban umum dan penegakan perda.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM, Selasa (26/4). ”Awal pembentukan front desk di Kantor Satpol PP. Kami siapkan call center 081325518982 untuk menampung segala keluhan dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti. Namun dasar laporan dari masyarakat harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, kami juga memantau dari sosial media,” ujarnya.

Dia menerangkan, ke depan FRU akan terus dikembangkan dengan penempatan unit layanan di empat kecamatan yakni, Semarang Utara, Ngaliyan, Banyumanik, dan Genuk. Masing-masing unit tersebut akan membawahi empat kecamatan lainnya.

Dengan demikian, aduan yang masuk bisa lebih cepat dijangkau langsung pada tiap-tiap unit. Endro menjelaskan, saat ini di masing-masing kecamatan terdapat staf di bawah Kasi Trantib. Namun mereka bukan aparatur penegak perda. ”Melihat perkembangan kota yang semakin pesat tentu saja harus diimbangi dengan pelayanan masyarakat yang lebih baik dan cepat. Saat ini jangkauan wilayah aparat Satpol PP yang bermarkas di Jalan Ronggolawe sangat luas sehingga ketika harus menertibkan pelanggaran perda di area Gunungpati dan Mijen sangat menyita waktu. Dengan demikian, pemekaran Satpol PP pada tingkat kecamatan mendesak dilakukan,” imbuhnya.

Menurutnya, jangkauan wilayah aparat Satpol PP yang saat ini bermarkas di Jalan Ronggolawe sangat luas sehingga ketika harus menertibkan pelanggaran perda di area Gunungpati dan Mijen sangat menyita waktu. (SM)