• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Rumah Apung, Solusi Pemukiman Kawasan Pesisir

 09-05-2016 14:40 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 549 kali Berita Kota
Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia dan Bappeda Kota Semarang, mulai mensosialisasikan rencana pembangunan pilot projek rumah apung untuk solusi pemukiman di kawasan pesisir, yang akan dibangun di Kampung Bahari Tambaklorok Semarang. Sosialisasi dilaksanakan di Balai RW 16, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara dan dipimpin langsung oleh Bobby Prabowo dari Kementrian PU, akhir pekan lalu. 

Bobby Prabowo mengatakan, bahwa rumah apung tersebut dinilai cocok untuk pemukiman di lahan ekstrem, seperti di Tambaklorok yang tiap tahun mengalami masalah rob. "Selain di Semarang, konsep rumah apung ini juga akan kami dikenalkan di Bali dan Papua," katanya usai sosialisasi.   M Farchan, Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang mengatakan, pembangunan rumah apung adalah bagian dari rencana penataan kawasan Tambaklorok. Diharapkan, dengan pembangunan rumah contoh di Tambaklorok, ke depan warga bisa mengadopsi bagaimana model pembangunan rumah apung. 

"Rumah apung ini pilot projek di Tambaklorok dan baru pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Desain seperti ini pernah dibuat di Belanda, dan di Asia pernah diadopsi di Jepang. Semarang mengadopsinya lagi, karena dinilai cocok untuk pengembangan Kampung Bahari Tambaklorok. Nantinya akan dibangun satu rumah percontohan untuk Balai Warga Tambaklorok, dalam rangka mengedukasi warga sekitar," katanya. Rencananya pembangunan akan dimulai Juni mendatang. Dan direncanakan pada bulan Juli sudah selesai, dan bisa dimanfaatkan warga. "Nanti juga akan ada workshop dan penjelasan cara pembuatan rumah apung. Sehingga warga bisa membangunnya untuk konsep pemukiman di sana," jelasnya. 

Salah satu warga RW 16  Kelurahan Tanjungmas Bowo, mengapresiasi rencana ini. Warga pun berharap, pemkot bisa memfasilitasi untuk bantuan pendanaan dan suport lainnya untuk pembangunan rumah apung bagi warga Tambaklorok.  "Ke depan dengan biaya yang diringankan pemerintah, warga bisa tetap menetap di sana ketika rencana pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok terealisasi," katanya.  Warga lain, Suyitno menambahkan, model rumah apung bisa jadi edukasi bagi nelayan Tambaklorok. Karena selama ini banyak nelayan di Tambaklorok harus hidup di lingkungan kumuh, dan tiap tahun harus meninggikan tempat tinggal yang didiami karena persoalan rob dan penurunan muka tanah.

"Pemkot pun kami harapkan bisa memfasilitasi pembangunan rumah apung ini untuk warga," katanya.  Lurah Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Margo Hariyadi menambahkan, program ini dinilainya sebagai langkah positif untuk rencana penataan kawasan Tambaklorok. Pihaknya siap memanfaatkan, memelihara, dan merawat rumah apung yang akan dibangun pemkot untuk kepentingan warga.