• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

505 Karya Bersaing di Lomba Cerpen Kota Lama

 09-05-2016 14:41 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 341 kali Berita Kota
Sebanyak 505 karya cerita pendek (cerpen) akan bersaing dalam lomba penulisan cerpen dengan tema Kisah-kisah Kota Lama Semarang. Ketua Panitia Adin mengatakan, hingga ditutupnya pendaftaran pada 2 Mei 2016, tercatat ada 505 karya yang masuk melalui email hysteriakita59@gmail.com dan forwakotsemarang@gmail.com.  Setelah melakukan pendataan akhir, pihaknya akan menyerahkan karya kepada dewan juri untuk dilaksanakan penjurian. "Kami melibatkan tiga juri dalam lomba ini. Mereka adalah Handry TM, Gunawan Budi Susanto, dan Raudal Tanjung Banua. Nantinya akan dipilih 10 besar sebelum ditentukan para pemenangnya," kata Adin, Minggu (8/5). Ditambahkan, lomba ini diselenggarakan sebagai kado HUT Kota Semarang ke 469 dari Komunitas Hysteria, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) dan Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang.  Rencananya pemenang lomba akan diumumkan tanggal 25 Mei 2016, melalui www.grobakhysteria.or.id dan facebook Forwakot Semarang. "Peserta yang mengirimkan karya tak hanya dari Semarang saja. Ada peserta dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Jatim, dan Jabar yang juga berpartisipasi dalam lomba ini. Bahkan ada beberapa nama cerpenis berpengalaman yang mengirimkan karyanya dalam lomba ini," katanya.  Ketua Forwakot Semarang Lanang Wibisono menambahkan, lomba cerpen ini dimaksudkan pula untuk mengenalkan Kota Lama Semarang ke masyarakat luas. Selama ini, katanya, karya sastra dianggap mampu menjadi media yang efektif untuk mencatat tiap perubahan di masyarakat tak terkecuali di sebuah kota.  "Berdasar hal itulah, sebagai kado HUT Kota Semarang ke-469, Hysteria, BPK2L Semarang, bersama Forwakot Semarang menggelar lomba penulisan cerpen yang berfokus pada Kota Lama Semarang sebagai wujud kepedulian kami terhadap situs yang punya potensi menjadi tujuan pariwisata dunia ini," katanya.  Selain itu, melalui karya sastra, dalam hal ini cerpen diharapkan Kota Lama semarang mendapat tempat abadi seperti ambisi karya seni lain dan menjadi tujuan orang-orang. Semakin banyak orang datang, semakin banyak kisah ditulis dengan demikian pembacaan Kota Lama lebih komprehensif dan lebih 'manusiasi'. "Dalam penyelenggaraan ini kami juga didukung beberapa pihak, khususnya Pemkot Semarang, Hotel Tentrem Semarang dan Fatimah Zahra," paparnya.