• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Klalifikasi Gagalnya SNMPTN Siswa SMA 3 Semarang

 16-05-2016 10:35 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 395 kali Berita Kota

Sebelum berangkat ke Yogyakarta untuk menemui panitia SNMPTN untuk mencari tahu fakta-fakta yang menyebabkan gagalnya siswa SMAN 3 Semarang tak lolos SNMPTN, Tim Pencari Fakta Minggu (15/5) siang, bertemu dengan Wali Kota Semarang melaporkan hasil investigasi.

"Kami atas nama orang tua sekaligus tim pencari fakta yang dibentuk untuk mencari akar permasalahan tak lolosnya putra putri kami dalam SNMPTN telah mencoba mengurai persoalan. Setelah pertemuan dan rapat yang cukup panjang selama beberapa hari ini, akhirnya mulai ada titik temu," ujar Tim Pencari Fakta Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd.

Menurutnya, titik temu yang diperoleh tim pencari fakta tersebut akan diklarifikasi dengan panitia SNMPTN dalam pertemuannya besok Senin (16/5).

"Pada intinya kami tidak mencari siapa yang salah dan benar, tetapi lebih pada memperbaiki titik kelemahan sistem pembelajaran agar jangan sampai terulang kembali ditahun berikutnya," ungkap Masrukhi yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah (Unimus) Semarang.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan jika tim pencari fakta telah melaporkan semua hasil yang mereka ketahui selama melakukan investigasi sekolah dan tim IT SMAN 3 Semarang.

"Ada beberapa hal yang saya tangkap secara tersirat, diantaranya masing-masing pihak perlu pembenahan, baik pihak sekolah maupun di internal panitia SNMPTN. Kenapa? Nah.. ternyata sudah ada beberapa kali koordinasi melalui telepon kepada panitia SNMPTN. Makanya mereka harus ketemu, klarifikasi dan saling meluruskan," terang Hendi--sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Hendi memaparkan, dari keterangan sekolah, salah satu penyebab tak lolosnya siswa yakni adanya misskomunikasi pengisian salah satu kolom mata pelajaran.

"Pertemuan antara tim pencari fakta SMAN 3 dan panitia SNMPTN sekaligus menganalisis lebih dalam sistem yang diterapkan. Apakah sudah sesuai atau belum, dan kekurangannya apa agar ada pembenahan kedepan," imbuh Hendi.

Hendi menyampaikan, dalam keberangkatan tim pencari fakta ke Yogyakarta membawa dua misi. "Misi mereka ke Jogja ada dua, pertama ialah membawa harapan besar agar siswa berpretasi dan unggul ini bisa memperoleh kesempatan, bahkan kalau memungkinkan bisa diterima lewat jalur SNMPTN," paparnya.

Kedua, lanjut Hendi, supaya ada sebuah perbaikan kedepan. "Ternyata yang pakai sistem SKS ini kan banyak namun tidak semuanya berjalan mulus. Kalau tidak mulusnya karena nilainya kalah bersaing, ya memang itu resiko. Tapi kalau karena keliru memasukkan nilai dalam sistem, berarti kan perlu adanya pembenahan lebih serius terhadap seluruh sekolah yang memakai sistem SKS ini," terangnya. (Bj05)