• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Rob Kelurahan Genuksari dan Kemijen, sore ini surut

 18-05-2016 10:00 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 465 kali Berita Kota
Selasa(17/6) sore Walikota Hendra Prihadi meninjau langsung lokasi genangan rob di Kaligawe. Didampingi Plt. Kepala Dinas PSDA & ESDM, Ayu Enthis, Walikota menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah rumah warga. Dalam peninjuan tersebut, Walikota memberikan motifasi dan semangat bagi warga untuk tetap kuat menghadapi kondisi yang ada.  
Genangan rob yang terjadi hampir 2 minggu ini, merupakan faktor alam akibat air pasang yang memang terjadi dalam waktu yang relatif lebih lama dan puncaknya terjadi pada 16 Mei kemarin. Meski demikian, tak lantas membuat pemerintah berpangku tangan terhadap kondisi alam yang terjadi.
Sejumlah rencana jangka pendek, menengah dan panjang telah dilakukan pemerintah Kota Semarang dengan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Terkait penanganan jangka pendek, telah dilakukan pemasangan tanggul secara manual di sejumlah ruas Kali Sringin. Selain itu, pemasangan tiga pompa portable telah dilakukan. Namun, Walikota meminta adanya penambahan pompa portable pada lokasi tersebut.
Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, akan dan telah dilakukan koordinasi untuk normalisasi Banjir Kanal Timur serta pembangunan polder di Kali Banger, Kali Tenggang, Kali Sringin dan Kali Babon.
Dijelaskan Walikota, untuk normalisasi BKT dan Polder Banger sudah in process. Normalisasi BKT akan ditangani oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk pembangunan Polder Banger sudah sampai pada proses pembangunan rumah pompa serta pengadaan pompa.
“Diharapkan tahun ini tanggul sudah jadi, tahun depan polder selesai. Sedangkan untuk Banjir Kanal Timur, tahun ini sudah siap dokumen Amdal dan Larab. Diharapkan tahun depan pembebasan tanah dan 2018 pembangunan fisik,” ungkap Walikota.
Selain itu, pemerintah juga masih terus mengejar pembangunan polder di Kali Tenggang, Kali Sringin dan Babon. Koordinasi, lanjut Walikota, telah dilakukan dengan pemerintah propinsi dan disepakati akan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam peninjauan tersebut Walikota juga menyerahkan bantuan kepada korban rob di Kelurahan Genuksari, RT. 01, RW. 09, berupa 40 paket sembako yang berisi masing-masing paket 20 bungkus mie instan, minyak goreng, gula pasir, susu kaleng, dan makanan kalengan.  
Sementara, Plt. DInas PSDA & ESDM, Ayu Enthis, menambahkan solusi sementara yang dilakukan Pemkot adalah dengan membuat tanggul sementara. Dimana Pemkot menganggarkan tanggul penutup Kali Banger yang juga merupakan salah satu sistem Banger. Tanggul ini dibentuk untuk menjaga air tidak keluar ke laut tetapi dipompa menuju BKT.
Menurut Ayu, rob tertinggi terjadi pada Jumat, Sabtu, Minggu kemarin dengan ketinggian 1,1 m. Berdasar perhitungan pasang surut air laut, rob diprediksi menurun pada Minggu ini dan akan kembali naik pada 25 Mei mendatang.
Selanjutnya, dijelaskannya penurunan muka tanah (land subsidence) pada lokasi ini mencapai 10-12 cm per tahun. Hal ini terjadi selain dikarenakan faktor kenaikan permukaan air laut, juga karena pengambilan air tanah yang terjadi terus menerus. Oleh karena itu, pihaknya mencoba menekan angka pengambilan air tanah ini