• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pemkot Berharap Warga Tak Terprovokasi

 19-05-2016 15:12 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 314 kali Berita Kota
Pemkot Semarang kembali menegaskan kesiapannya untuk mendampingi warga yang lahannya terkena proyek pembangunan reaktivasi rel yang rencananya akan dibangun di Kampung Kebonharjo. Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ke Kebonharjo, Rabu (18/5).
Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pihaknya sudah berkomitmen untuk melindungi warga Kebonharjo. Meski demikian, pihaknya meminta agar warga tetap tetang dalam menanggapi rencana penertiban yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Kamis, 19 Mei 2016.
"Kami datang ke sini (Kebonharjo-red) untuk memastikan warga tetap tetang. Tidak tersulut emosi dengan adanya kabar pembongkaran. Dan yang paling penting bisa menjaga diri agar tidak mudah ditumpangi hal-hal yang tidak sesuai dengan realitas. Negara ini negara hukum. Apabila PT KAI jadi melakukan penertiban, diajak ngobrol dan tunjukkan bukti yang ada. Tidak usah dilawan, apalagi melakukan tindakan arogan,” kata Hendi.
Hendi menambahkan, jauh sebelum ada keputusan PT KAI yang akan melakukan penertiban, pihaknya telah menyampaikan di forum Pemkot, Provinsi hingga forum di Satker Kementrian Perhubungan agar masing-masing pihak bisa menahan diri sebelum ada keputusan hukum.
“Kalaupun pada tanggal 18 Mei tetap dilakukan penertiban ya harus sesuai dengan aturan. Jika warga punya keyakinan, jangan dipaksa (ditertibkan-red). Harus usai dulu di pengadilan, alasan yang benar itu yang mana,” tegasnya.
Hendi mempersilakan warga yang terus melakukan penjagaan di beberapa posko di dalam perkampungan Kebonharjo. Namun pihaknya meminta agar warga yang berjaga tidak mengganggu ketertiban umum. Sebagai pemangku wilayah, pihaknya hanya bisa berharap masing-masing pihak bisa menahan diri.
Warga yang menyambut kedatangan Hendi beserta rombongan mengajak berkeliling kampung melihat kondisi yang sedang dalam suasana kekhawatiran. Selain mendirikan posko, warga juga menggelar hiburan musik karaoke.
Sebelumnya pada Selasa (17/5) malam, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta pimpinan juga DPRD menemui warga Kebonharjo. Mereka datang tanpa diundang warga sehingga mengejutkan warga yang sedang berkumpul. 
Setidaknya ada 130 bidang lahan yang terdampak rel pelabuhan, yakni 118 rumah, dua sekolah atau tempat pendidikan Alquran (TPA), dua masjid, dua mushala, dan enam fasilitas umum lainnya. Dari 130 bidang lahan itu, ada 17 bidang atau lahan di antaranya yang sudah memiliki sertifikat hak milik (SHM). 
Sementara KAI mengklaim lahan yang ditempati warga merupakan asetnya. Proses pelepasan aset milik KAI di wilayah Kebonharjo yang beberapa sudah di-SHM dinilai KAI tidak sah, sebab hanya dilakukan berdasarkan perjanjian kepala daops dan wali kota saat itu.