• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Invesment Award

 01-06-2016 07:48 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1318 kali Berita Kota
Senin (30/5) Pemerintah Kota Semarang menerima penghargaan Invesment Award kategori Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Terbaik 2016 dari BKPM RI (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Penghargaan berupa piagam diserahkan oleh Kepala BKPM RI, Franky Sibarani kepada Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu di Ruang Nusantara Gedung Suhartoyo BKPM RI -Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 44, Jakarta.
Investment  Award merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat setiap dua tahun sekali terhadap penyelenggaraan PTSP di daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota) yang memiliki komitmen tinggi dan inovatif dalam memberikan kemudahan di bidang perizinan. Penilaian dilakukan selama setahun yang lalu oleh juri-juri independen yang berasal dari berbagai bidang. Diantaranya BKPM RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian PAN dan RB, Sekretariat Negara, Bappenas, Sekretaris Wakil Presiden, BPKP RI, dan  Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).”
Kriteria penilaian meliputi enam hal yaitu kelembagaan dari pelayanan terpadu, penerapan online, SOP yang telah diverifikasikan, transparansi termasuk soal biaya dan waktu yang jelas, inovasi pelayanan serta kemudahan dan insentif bagi pelaku usaha yang mematuhi aturan dan dalam melakukan investasi.
Berdasarkan hasil penilaian Kota Semarang terpilih dalam 5 besar Kota dengan peringkat keempat, setelah kota Palembang, Pekalongan, dan Banjar.
Penghargaan ini merupakan penghargaan ketig kalinya diterima Pemkot Semarang. Tahun 2012 Kota Semarang meraih peringkat 2 nasioanal sedang Tahun 2014 Kota Semarang hanya masuk 10 besar.
Menurut Kepala BKPM RI, Franky Sibarani dalam sambutan, Investment Award adalah sebuah penghargaan tertinggi di bidang pelayanan PTSP. Di era kompetisi saat ini daerah yang tidak melakukan inovasi dan memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan akan ditinggalkan oleh pelaku usaha/ investor.
Akibatnya akan sedikit sekali pertumbuhan usaha baru yang berimbas pada lambatnya pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja kecil dan pendapatan daerah juga akan minimum.
“Ini merupakan prestasi luar biasa dan membanggakan dan perlu dicontoh bagi daerah yang belum memenuhi kriteria” ucapnya .Di sisi lain, Franky mengungkapkan, masih ada 31 kabupaten yang belum memiliki PTSP untuk mempermudah investasi. Penyebabnya, 31 kabupaten itu berada di daerah sulit terjangkau investasi sehingga tidak dapat membuat PTSP. Selain itu, masih ada empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang belum membuat PTSP.
Franky menjelaskan, secara total dari 561 kabupaten dan kotamadya di Indonesia, sebanyak 526 daerah telah membentuk PTSP. Dari 526 daerah tersebut, 385 merupakan kabupaten, 98 kotamadya, empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan lima Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBP). "Yang belum membuat kami harapkan dapat segera membuat," katanya.
Sementara itu Wakil Walikota mengatakan bahwa dalam hal perizinan kota Semarang telah melakukan inovasi diantaranya  dengan memberikan QR Code ( kode batang) pada SK. Perijinan, memberikan pelayanan pada tempat publik seperti mall, ijin lokasi diselesaikan dalam tempo 12 jam, ijin kesehatan dalam waktu satu hari, untuk perijinan di kawasan industri dalam 3 jam, inovasi ini akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada para investor.