• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Karnaval Dugderan tahun ini dimulai tanggal 4 juni 2016

 01-06-2016 13:55 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 333 kali Berita Kota
Prosesi karnaval dugderan akan dimulai Sabtu (4/6) dan Minggu (5/6). Acara rutin tersebut akan diramaikan ribuan peserta yang berasal dari pelajar dan organisasi kepemudaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri menuturkan, prosesi dugderan akan berlangsung pada Sabtu (4/6) dan Minggu (5/6). Ribuan peserta akan mengikuti arak-arakan yang akan dilakukan mulai dari Balai Kota menuju Masjid Agung Semarang (MAS) kemudian menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

”Acara arak-arakan dimulai Sabtu (4/6) pukul 12.00 menuju Masjid Agung Semarang, Kemudian di MAJT rencananya akan disambut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,” kata dia Dia menjelaskan, dugderan merupakan prosesi yang sakral sudah rutin dlaksanakan setiap tahun untuk mengayubagyo datangnya bulan Ramadan. Sementara untuk kepastian hari puasa menunggu keputusan dan pengumuman dari pemerintah. ”Saya berharap acara rutin tiap tahun ini bisa menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Apalagi acara akan dilakukan dengan meriah dan disertai banyak hiburan kesenian tradisional diantaranya, tek-tek sahur, rebana, berbagai macam tarian,íí katanya. Pantauan Suara Merdeka, Selasa (31/5) di sekitar Jalan KH Agus Salim sejumlah pedagang memadati area tersebut.

Berbagai wahana permainan pun sudah berdiri siap untuk menghibur pengunjung. Mayoritas pedagang itu datang dari beberapa daerah di sekitar Kota Semarang seperti Kendal, Grobogan, Demak, dan Jepara.

Meramaikan Tradisi

Nanik salah satu pedagang dari Jepara dia sudah empat hari berjualan di arena Dugderan untuk mencari rezeki sekaligus meramaikan tradisi Dugderan di Kota Semarang.

Dengan membawa gerabah dari Jepara, Nanik dibantu suaminya menggelar dagangan di pinggir Jalan Agus Salim.

Ia berharap, selama berjualan saat Dugderan bisa laris seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun dirinya sadar, terbakarya Pasar Johar dan pindahnya pedagang Johar ke relokasi sementara bisa berdampak terhadap berkurangnya jumlah pengunjung di acara ini. ”Tahun lalu, pembeli banyak datang di hari Sabtu, Minggu dan saat Liburan. Semoga tahun ini tetap ramai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Pasar Kota Semarang mengatakan, tradisi Dugderan sudah dimulai sejak , Jumat (27/5) akan berlangsung hingga, Minggu (5/6) mendatang. Area dugderan dimulai disekitar STIE Bank Jateng hingga Jalan KH Agus Salim. ”Dugderan sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan sudah mulai rame dipadati pedagang dan pengunjung.

Saat ini terdapat sekitar 500 pedagang yang sudah berjualan di area tersebut. Kami juga sebelumnya menawarkan dan memprioritasikan para pedagang MAJT untuk ikut berpartisipasi dalam dugderan,” tandasnya