• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Semarang Siapkan Mobil Asli Semarang Untuk Penanggulangan Bencana

 02-06-2016 14:57 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 343 kali Berita Kota
Belum habis pembahasan tentang mobil Esemka Solo yang jarang terdengar beritanya sejak tahun 2012. Kini Kota Semarang pun ternyata diam-diam juga menyiapkan mobil asli buatan dalam negeri dengan nama 'mobil desa'. Mobil tersebut dibuat oleh Universitas Negeri Semarang dan dirancang dengan transmisi 4x4, chasisnya dibuat di Tegal sedangkan rangka body dan mesinnya dibuat di Semarang sesuai yang disebutkan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi (2/6) di halaman auditorium Universitas Negeri Semarang.
 
"Topografi Kota Semarang itu kan unik, jadi kita butuh mobil tangguh‎ yang bisa menghadapi medan jalan pegunungan maupun pesisir", jelas Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang itu. "Kita coba usahakan dapat digunakan di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemerintah Kota Semarang", tegas Hendi optimis.
 
Dalam kesempatan tersebut Hendi juga melakukan test drive mobil desa tersebut. "Saya coba mobilnya dan ternyata untuk naik tanggapun bisa, ini keren!", cerita Hendi dari balik kemudi mobil desa tersebut.‎
 
Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum yang pagi itu mendampingi Hendi mengatakan opitimis jika pemerintah daerah dapat melakukan hilirisasi pemasaran mobil desa tersebut. "Yang pasti hak paten harus, lalu kedepannya dikembangkan dengan kerjasama dengan industri-industri lain", jelas Fathur Rokhman.
 
Di tempat yang sama, pencetus mobil desa tersebut, Widya Ariadi, ST, M.Eng menegaskan bahwa mobil desa tersebut adalah buatan asli Semarang. "Mobil Desa ini sudah lulus standart emisi Euro 2, dan Uji layak jalan 100 ribu kilometer dan sudah dicoba untuk jalan sampaik ke Aceh", jelas Widya. "Dinamakan mobil desa karena tranmisi 4x4 cocok untuk jalan pedesaan dan harganya murah, dibawah 100 juta", lanjutnya.‎
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menambahkan bahwa dirinya optimis bahwa mobil desa ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi. "Yang ini 1000 cc, tapi menurut mas Widya bisa dikembangkan untuk 2500 cc", jelasnya.