• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wisata Manca Negara Penasaran dengan Dugderan

 06-06-2016 10:12 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 333 kali Berita Kota
Prosesi upacara Dugderan yang menandai datangnya bulan suci Ramadan, Sabtu (4/6) berlangsung meriah. Ratusan warga sejak siang memadati halaman Balai Kota Semarang sebagai titik awal rute sebelum menuju Masjid Agung Semarang (MAS), dan diteruskan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Upacara berlangsung khitmad dengan menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa utama dalam prosesi tersebut. Acara juga diramaikan oleh beberapa elemen masyarakat, pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pemerintahan.  Acara diawali dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang berperan sebagai Kanjeng Bupati RMT Aryo Purboningrat. Kemudian parade devile diperagakan taruna Akmil. Seluruh peserta arak-arakan yang mengiringi barisan drum band Akmil, dengan berbagai kostum dan membawa hiasan seperti replika Warak Ngendog, barongsai, mobil hias, dan berbagai pernak-pernik berangkat berjalan dari halaman balai kota konvoi melewati Jalan Pemuda menuju Masjid Agung Semarang (MAS). Tak hanya penduduk lokal, acara ini ternyata juga menarik minat turis manca negara. Riri San (23) salah satu pengunjung asal Tokyo, Jepang mengaku memang tidak sengaja melihat karnaval tersebut. Ketika berkunjung ke Semarang, dirinya mendapat informasi tentang adanya festival tahunan ini dari beberapa rekannya. Menurutnya festival Dugderan sangat unik selain itu memang dirinya suka berinteraksi dengan warga lokal. ''Saya baru pertama melihat festival Dugderan ini, sangat unik sekali dan meriah,'' ujarnya. Takayuki Tadoko (27) warga Tokyo lainnya yang sedang melancong ke Semarang mengaku dirinya penasaran ketika melihat ada keramaian di Jalan Pemuda. Dia pun kemudian menuju halaman Balai Kota Semarang untuk menyaksikan pertunjukan itu. Menurutnya, dalam event itu, menjadi ajang yang baik untuk warga, serta wali kota berkumpul dengan anggota distrik sekaligus rakyatnya. Dia menginginkan agar festival tersebut merangkul pihak luar tidak hanya dalam Kota Semarang. ''Ini juga bisa mengundang wisatawan lokal dan mancanegara. Saya kebetulan jalan-jalan dan melihat festival ini, sangat unik. Apalagi ada perwujudan mitos Warak Ngendhog. Sebenarnya saya tidak tahu konsepnya seperti apa, tapi karnaval ini sangat bagus, walau cuaca panas berbeda dengan Jepang,'' katanya menggunakan bahasa Indonesia terbata-bata. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakann, tradisi Dugderan merupakan warisan budaya lokal yang harus dilestarikan. Selain itu karnaval tersebut juga harus dikemas kreatif dan inovatif untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. ''Saya berharap dengan adanya momen dugderan 2016 kali ini bisa mensejahterakan pedagang kecil di Kota Semarang. Event ini juga diharapkan sebagai sarana bersatunya masyarakat untuk menjalin persatuan dan kesatuan antarwarga," tegasnya. Hendi, sapaan akrabnya menerangkan, selain menyambut Ramadan, Dugderan dikemas sebagai event tahunan yang menarik agar tetap menjadi daya tarik utama masyarakat Kota Semarang dan menjadi event nasional. Juga sebagai sarana untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara.