• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

DUGDERAN

 06-06-2016 10:15 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1292 kali Berita Kota
Yang menarik dalam prosesi ini, para peserta kirab termasuk MC memakai pakaian khas semarangan dan menggunakan Bahasa Jawa Pesisiran hal ini dilakukan untuk melestarikan tradisi yang telah dilakukan turun temurun. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Raden Mas Aryo Purboningrat, yang diperankan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Arak-Arakan Semakin Meriah dengan hadirnya maskot dugder, yakni Warak Ngendok serta Kembang Manggar, yang banyak menghiasi kendaraan yang ditumpangi peserta karnaval dan menghiasi peserta karnaval. Kemeriahan karnaval mengundang antusiasme warga, yang memadati sepanjang perjalanan yang dilewati peserta karnaval. Tak hanya itu saja kesenian tek-tek juga diperdengarkan dalam prosesi tersebut. Ratusan siswa SD hingga SMA/ SMK membawa alat musik dan mengenakan pakaian adat yang jika dimainkan bersuara tek-tek sangat keras. Mereka memainkan alat musik tersebut sepanjang jalan Pemuda. Usai upacara, Walikota menaiki kereta kencana sambil dikawal oleh pasukan pandanaran. diikuti pasukan berkuda dan bendi hias yang ditumpangi jajaran muspida kota semarang melakukan pawai menuju Masjid Besar Semarang Kauman.  “Ini harus kita pertahankan untuk menanamkan rasa handarbeni, dan cinta terhadap budaya Kota Semarang,” ungkap Walikota saat setelah membuka event terbut. Sebagai tradisi budaya khas Semarang, lanjutnya, dugderan mengandung makna ungkapan suka cita khususnya kaum muslim akan datangnya bulan suci Ramadhan. Namun yang lebih penting adalah bahwa even dugderan mengandung makna kebersamaan yang dilambari semangat mengangkat kearifan budaya lokal yang digambarkan dengan ikon warak ngendog. Ikon ini menyiratkan adanya kebersamaan, kerukunan dan guyubnya masyarakat Kota Semarang tanpa melihat etnis atau latar belakang budaya maupun agama. “Intinya karnaval ini bukan hanya sekedar arak-arakan saja, namun menjadi sarana silaturahmi, dan semakin guyup dan rukun dalam menyambut Ramadhan. Harapannya semua pihak saling menghormati baik yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa. Selain itu ini merupakan bagian daripada tradisi turun-temurun yang harus dilestarikan” tekan Walikota Hendrar Prihadi. Sesampai di Masjid Besar Semarang Kauman, Walikota disambuat dengan tarian Warak Ngendog yang diperankan oleh siswa-siswi SMA. Setelah itu Walikota melaksanakan prosesi pembacaan skukuf halaqah, pemukulan bedug sebanyak 17 kali diiringi dentuman meriam serta pembagian makanan khas Semarang roti Ganjel Rel dan air khataman Qur’an. Usai prosesi di masjid Kauman, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah dengan menaiki bus. Guna menyerahkan skukuf halaqah kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusumo dan juga Pemukulan bedug dan meriam.