• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

PAWAI DUGDER

 06-06-2016 10:16 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 995 kali Berita Kota
Kemeriahan dugder tak hanya berhenti sampai disini saja, kali ini Minggu pagi (5/6) 15.000 anak-anak TK, siswa-siswi  SD/ MI sampai SMP/ MTS se Kota Semarang berbaur menjadi satu dalam pawai Karnaval Budaya Dugder. Mereka mengenakan pakaian warna-warni berhiaskan atribut Warak Ngendok dan kembang manggar berjalan beriringan sesuai dengan jenis kelompoknya masing-masing, seperti kelompok marching band, Kelompok pakaian adat, dan kelompok berseragam sekolah. Adapun rute yang dilewati dari Lapangan Simpang lima memutar ke Jalan Pahlawan, kemudian finish ke Taman Menteri Supeno  (Taman KB) Marching band memamerkan atraksi alat musik pianika dan drumbandnya serta myoretnya yang menari-nari. Kelompok pakaian adat memeragakan berbagai pakaian adat dari 34 provinsi di Indonesia, sedangkan kelompok berseragam merupakan kumpulan siswa-siswi sekolah yang menggenakan pakain sekolah sesuai dengan sekolahannya masing-masing. Event ini dibuka oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu dengan ditandai pelepasan puluhan balon di udara dilanjutkan dengan penibaran bendera start tanda diberangkatkan pawai karnaval. “Saya sangat mengapresiasi adanya pawai dugderuntuk  anak-anak TK, SD hingga SMP, karena merupakan salah satu kegiatan positif bagi anak-anak yang mana bisa membentuk pendidik karakter bagi si anak” tutur Hevearita setelah membuka event tersebut. Selain itu lanjut Hevearita dengan kegiatan ini bisa melatih si anak untuk nguri-nguri budaya lokal Kota Semarang. Khususnya budaya sebelum menjelang Bulan Ramadhan. Lebih lanjut dikatakan Wakil Walikota, pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan yang mengundang banyak tamu dari luar kota Semarang dan luar provinsi. “Sehingga Event wisata religi dan wisata budaya seperti ini tidak hanya diketahui lokal saja namun nasional” harap Wakil Walikota.