• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Atasi  Rob, PSDA Kerahkan Pompa Penyedot.

 09-06-2016 15:47 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 440 kali Berita Kota
Rob  yang terjadi di Kota Semarang beberapa hari ini membuat gerah Walikota Hendrar Prihadi untuk memantau langsung di lapangan. Kamis (9/6) Walikota Hendrar Prihadi pantauan ke beberapa wilayah Kota Semarang . Adapun tempat yang dipilih adalah Genuk dan sekitarnya. Rob tahun ini sesuai data pada BNPB melanda 24 kabupaten baik yang berada di pantai utara pulau Jawa maupun pantai selatan , kota di sepanjang pantai utara yang terkena gelombang rob diantaranya Jakarta, Pekalongan , Semarang dan Surabaya, pada tahun ini rob lebih sering terjadi pada siang hari antara pukul 08.00 - 17.00 dan diprediksi ketinggian rob akan mencapai puncak antara tanggal 7 - 13 Juni dan 23-29 Juni. Menurut orang nomor satu Kota Semarang , rob yang melanda di Kota Semarang merupakan banjir terparah selama 5 tahun terakhir ini dengan titik paling parah Kaligawe, Genuk dan beberapa wilayah kelurahan Kemijen “Ini gejala alam tertinggi selama 1 bulan ini khususnya di Terminal Teboyo dan kawasan Kaligawe. Prediksi BMKG banjir dan rob paling parah dalam minggu-minggu ini namun akan surut kembali di akhir bulan ini sekitar tanggal 27 Juni” tutur Walikota. Sejumlah upaya jangka pendek akan ditempuh Pemkot Semarang guna mengurangi rob dan banjir, urai Walikota. Misalnya dengan mendatangkan karung-karung yang kemudian ajak warga untuk mengisinya dengan tanah untuk dibuat tanggul-tanggul darurat, menurunkan alat-alat berat untuk dikeruk sediemen sungai sehingga akan lebih banyak lagi daya tampung air dan mengaktifkan pompa-pompa portable yang dimiliki dInas PSDA dan ESDM kemudian dipasang ke wilayah yang terkena rob dan banjir. Sedang jangka panjang Pemkot akan menormalisasi 5 kali besar yang berhubungan dengan laut yakni Kali Tenggang, Kali Banger, Kali Banjir Kanal Timur (BKT), Kali Sringin dan Kali Babon. “Kali Banger sedang dikerjakan, akhir tahun ditargetkan sudah selesai dan tahun depan tinggal finisnhya. Kali Tenggang dalam tahap pembebasan lahan, BKT sedang dalam tahap LARAP dan uji AMDAL. Tinggal Kali Sringin dan Babon yang sedang di komunikasikan ke Pemrov Jateng dan Pemerintah Pusat agar ada upaya bantauan untuk menanggulangi kedua kali tersebut” urai Walikota. Lanjut Walikota, jika ke lima sudah jadi semua kalau ada genangan tinggal di pompa ke lima sungai tersebut yang kemudian air akan dibuang ke laut. Namun masalah yang masih terkendala adalah pembebasan lahan. Untuk itu Walikota meminta kepada warga agar lebih legowo yang tanahnya akan terkena untuk pembebasan normalisasi ke lima kali tersebut. “Kami meminta kepada warga agar lebih legowo bila tanahnya akan terkena pembebasan lahan untuk normalisasi ke lima kali. Bila warga segera menyerahkan tanahnya untuk pembangunan 5 sungai tersut, kamipun akan memberikan harga ganti rugi yang pantas. Sehingga kami akan dapat segera melakukan normalisasi ke lima sungai”, tutup Walikota.