• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Sidag Daging Sapi

 12-06-2016 11:55 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 382 kali Berita Kota
Sabtu (11/6) dini hari Walikota Semarang Hendrar Prihadi melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Klinik kesehatan Hewan kota Semarang di Gayamsari Semarang. Pihaknya bersama Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pasar dan Ketua DPRD Kota Semarang melakukan pengecekan daging sapi yang dibawa dari luar kota untuk dipasarkan di kota Semarang. Pagi itu, Walikota mengecek daging sapi terutama terkait kadar air didalamnya. Dari hasil temuannya selama memeriksa kurang lebih 10 kendaraan pembawa daging sapi, Walikota hanya mendapati satu hati sapi yang tidak layak dikonsumsi atau mengandung cacing hati. Walikota menyebutkan bahwa dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dikota Semarang, ratusan kilo daging sapi ini harus diperiksa di klinik kesehatan berkaitan dengan kualitas dan kadar air dalam daging tersebut. “Selain memeriksa kualitas daging, dalam pelaksanaan sidak ini kami juga ingin mengkroscek adanya isu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng untuk diedarkan di semarang ini,” ujarnya. Ia menambahkan dari data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian, kebutuhan daging masyarakat di semarang ini mencapai 11 ton per harinya, dimana 4 ton dari Rumah pemotongan Hewan (RPH) dan selebihnya dari kiriman kota lain. “Lonjakan permintaan daging di bulan ramadhan ini yakni pada H-4 sampai H-1 Lebaran. Saya telah meminta kepada Dirut RPH penggaron agar ada H-5 daging sapi dapat di tambah stoknya. Sehingga tidak ada pedagang mremo karena suplai kurang karena Pemkot siap menyuplai daging sapi,” imbuhnya. Lebih lanjut Hendi menuturkan saat ini stok daging sapi diperusda RPH kota Semarang terdapat 50 ekor sapi yang setiap saat dapat dikeluarkan. “Jika Intervensi harga, pemkot sebenarnya bisa namun hal itu mesti dilihat dari hulu hingga hilir, persoalan saat ini ada pada biaya pengemukan dan pakan yang tinggi. Nah saat ini jelas bagaiman pemerintah dapat mencari solusi untuk menekan tingginya angka tersebut,” jelas Walikota Semarang. Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sri Sumarni Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) penyuplai daging sapi dari Kab. Boyolali menuturkan, saat ini suplai daging dari kelompok taninya mengalami penurunan mencapai 35 persen. “ Saat ini rata-rata daging yang dikirim ke kota Semarang hanya mencapai 50 sapi, jauh berkurang dari sebelumnya. Kami menunggu upaya dari pemerintah untuk membantu penyediaan sapi untuk mendukung stok sapi di jawa tengah dan kota semarang utamanya,” ujarnya. Hal ini mengingat Kab. Boyolali merupakan daerah pendukung stok daging sapi no satu dijawa tengah. Sedangkan saat disinggung langkah pemerintah tentang rencana import daging sapi, Ia mengaku tidak khawatir karena jika dilihat dari kualitas daging maka terlihat jauh lebih baik sapi lokal. “Namun demikian kembali sebagai penyuplai daging pihaknya menyerahkan penilain tersebut kepada masyarakat selaku konsumen” imbuhnya. Dalam sidak tersebut Walikota Semarang Hendrar Prihadi ditemani oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan kepala dinas Pertanian Rusdiana serta Kepala Dinas pasar Trijoto Sardjoko. Selain di Klinik kesehatan hewan walikota juga mengunjungi RPH penggaron untuk menyaksikan langsung stok dan proses penyembelihan sapi yang nantinya akan dipasarkan. Penggemukan ada terkendala harga pakan yang melambung dapi kualiatas kurang baik. Hulu diperbaiki dari penggemukan, bisa segera bisa terpenuhi. Rencana import daging ikut saja ke pempus.