• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Jaringan Gas Ke Rumah Warga Mampet, Walikota Semarang Lapor Menteri ESDM

 14-06-2016 10:22 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 419 kali Berita Kota
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi turun langsung ke Kelurahan Mlati Baru, Kecamatan Semarang Timur, Semarang setelah mendapat laporan bahwa JarGas (Jaringan Gas) yang dialirkan ke rumah-rumah warga guna kebutuhan rumah tangga sudah tidak mengalir selama sepekan. Hendrar yang tiba ke lokasi sekitar jam satu siang langsung menuju kantor kelurahan Mlati Baru untuk mengecek regulator sektor gas bumi tersebut. Pembangunan jargas untuk rumah tangga di Kelurahan Mlati Baru Semarang adalah merupakan proyek infrastruktur tahun 2014. Aliran gas ke ruma-rumah warga sendiri baru mengalir kurang dari dua bulan, tepatnya mulai dialirkan pada tanggal 11 April 2016.

“Total di RT saya ada 15 rumah yang telah terpasang jaringan gas, pemasangannya gratis, tidak dipungut biaya sama sekali”, cerita Mansur salah satu warga yang juga merupakan ketua RT 2 Rw 7, Kelurahan Mlati Baru, Semarang. “Tapi ini sudah sekitar satu minggu tidak mengalir gas nya”, tambah Mansur. Sales Area Head Product PT PGN Semarang, Edy Sukamto mengatakan bahwa tidak mengalirnya aliran gas tersebut karena diberhentikannya pasokan gas yang seharusnya disalurkan ke rumah-rumah warga tersebut. “Kami PGN adalah operator, pemasok gasnya adalah SPP (PT Sumber Petrindo Perkasa)”, jelas Edy kepada Hendrar, Walikota Semarang. "kami telah memberi surat edaran dan mengomunikasikan hal ini kepada pihak terkait”, lanjut Edy.

Setelah mendengar kronologi dari pihak PGN, Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang langsung mengambil handphone nya dan menelepon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Lapor Mas Gub, mohon bisa diteruskan ke Pak Menteri ESDM”, ucap Hendi dengan teleponnya dan lalu menceritakan kronologi diberhentikannya aliran gas ke rumah warga oleh PT SPP kepada Gubernur Jawa Tengah. Hendrar Prihadi sendiri yang langsung memeriksa instalasi meteran gas di salah satu rumah warga mengatakan bahwa jaringan gas tersebut sudah ada di 700 rumah warga di Kelurahan Mlati Baru, namun baru teraliri di 384 rumah. “Pemasangan instalasi gas bumi dalam kota ini sesuai dengan semangat kami untuk membangun Kota Semarang sebagai Kota Modern yang berwawasan lingkungan”, jelas Hendi. “Apalagi dampaknya kepada warga sangat positif, jadi saya akan bantu komunikasikan kepada pak Gubernur dan pak Menteri ESDM