• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Terboyo akan Beralih Fungsi jadi Terminal Bongkar Muat Barang

 14-06-2016 10:37 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 501 kali Berita Kota
Terminal Bus Terboyo, akan beralih fungsi menjadi tempat bongkar muat barang. Hal ini seiring dengan diberlakukannya Surat Mendagri nomor 120/253/SJ, tanggal 16 Januari  2015, tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan.  Seperti diketahui bahwa Kota Semarang memiliki dua terminal bus tipe A, yaitu Terminal Mangkang dan Terminal Terboyo. Namun sesuai dengan surat Mendagri, terminal bus tipe A diserahkan kepada pemerintah pusat.  M Farkhan, Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang mengatakan, karena kebutuhan adanya tempat bongkar muat barang di Kota Semarang, maka Pemkot Semarang memohon kepada Pemerintah Pusat untuk bisa memanfaatkan Terminal Bus Terboyo menjadi tempat bongkar muat barang.

"Selama ini Kota Semarang belum memiliki tempat bongkar muat barang pasca-terminal truk Mangkang beralih menjadi terminal bus. Banyak truk dan sejenisnya memarkir di sisi sepanjang jalan raya, misal sepanjang jalan Arteri Utara, Jalan Ronggowarsito, sepanjang Jalan Raya Tugu, Jalan Benteng dan beberapa jalan lain. Hal ini mengakibatkan gangguan lalu lintas dan memperburuk wajah kota," katanya. Tempat bongkar muat barang di Terboyo, Kecamatan Genuk secara lokasi dinilai cukup strategis. Karena terletak di jalur utama Jalan Raya Semarang-Demak, dekat dengan Kawasan Industri, Pelabuhan Tanjung Emas dan tak kalah pentingnya dekat dengan lintasan tol Semarang-Demak (rencana), serta jalan tol ke arah selatan, baik menuju Solo atau Yogyakarta.

"Untuk kesiapan ini Dinas Perhubungan Kota Semarang sedang menyusun beberapa dokumen perencanaan, antara lain studi kelayakan, Detail Engineering Design serta Amdal," katanya.  Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Semarang banyak yang mengatakan bahwa kota ini membutuhkan terminal barang. Jika fasilitas tersedia akan membuat potensi pendapatan daerah bisa maksimal, terutama dari sektor pajak parkir khusus yang hingga sekarang belum tergarap.  Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, dengan meningkatkan aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, kota ini mendesak untuk memiliki terminal khusus bongkar muat barang. Dengan tidak dimilikinya terminal barang, truk-truk yang menuju pelabuhan kerap parkir sembarangan di tepi jalan. Di Jalan Ronggowarsito misalnya, setiap hari puluhan kontainer parkir di dua arah tanpa membayar kepada pemerintah. Jalan yang baru dibangun dengan betonisasi ini memang daerah larangan parkir sehingga pemerintah tidak menarik retribusi. 

"Untuk menertibkan parkir liar sekaligus mendapatkan pemasukan pajak, seharusnya pemerintah segera memiliki terminal barang. Kendaraan berat bisa parkir di terminal resmi dan pemerintah akan menerima pendapatan," katanya. Sebagai informasi, dampak tak adanya terminal khusus, jalur Arteri Yos Sudarso setiap hari dipadati truk-truk besar yang parkir di pinggir jalan. Tak hanya parkir sebentar, beberapa sopir bahkan meninggalkan truknya di tepi jalan untuk beristirahat di tempat lain. Kondisi ini tentu mengganggu pengguna jalan. Apalagi volume truk dan trailer yang parkir di sepanjang Jalan Yos Sudarso kerap memakan badan jalan. Selain beristirahat, banyak sopir truk yang bermalam di tempat itu. Tak hanya di arteri, parkir liar juga ada di Jalan Rongowarsito menuju pelabuhan. Saat jam sibuk, ketika seluruh pegawai pelabuhan berangkat dan pulang, truk yang diparkir mengurangi luas jalan dan merepotkan pengendara motor dan mobil. Truk yang diparkir juga membahayakan pengguna jalan. Apalagi saat malam hari penerangan jalan sangat kurang.