• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Dapat Lampu Hijau, Bappeda Segera Susun Perencanaan

 16-06-2016 08:05 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 546 kali Berita Kota
Keinginaan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk menjadikan Terminal Terboyo sebagai tempat bongkar muat barang sepertinya akan segera terwujud. Hal itu seiring disetujuinya rencana tersebut oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, meski masih sebatas persetujuan lisan. Dengan adanya persetujuan tersebut, lanjut dia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang dapat langsung membuat perencanaan merubah fungsi terminal Terboyo dari terminal penumpang menjadi terminal bongkar muat barang. Termasuk perencanaan lain terkait pembangunan infrastrukturnya.   Agoes mengakui, keberadaan terminal bongkar muat di Kota Semarang sangat diharapkan. Sebab, hal tersebut dapat menjadi solusi lantaran banyaknya truk yang parkir di badan jalan. “Paling cepat tahun depan (2017-red) dapat dimulai karena Bappeda harus membuat DED (detail engineering design) dan perencanaan lainnya terlebih dahulu,” sambungnya. Disinggung kapan dilakukan pemindahan fungsi terminal utama dari Terminal Terboyo menuju Terminal Mangkang, Agoes menyatakan masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat. Ia mengklaim saat ini masih terus dibicarakan dengan pihak terkait. “Akan dicoba mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” tukasnya. Sebelumnya, Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang mengaku siap untuk menyusun perencanaan terkait rencana ini. Tempat bongkar muat barang di Terboyo, Kecamatan Genuk secara lokasi dinilai cukup strategis. Karena terletak di jalur utama Jalan Raya Semarang-Demak, dekat dengan Kawasan Industri, Pelabuhan Tanjung Emas dan tak kalah penting dekat dengan lintasan tol Semarang-Demak (rencana), serta jalan tol ke arah selatan, baik menuju Solo atau Yogyakarta. "Hal-hal yang harus disiapkan antara lain studi kelayakan, Detail Engineering Design serta Amdal. Secara tata ruang, juga tak menjadi soal," katanya.  Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku sangat tidak setuju adanya surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyatakan bahwa terminal yang masuk klasifikasi A harus diserahkan ke pemerintah pusat. Pasalnya, akibat surat tersebut program pengurukan dan pembangunan Terminal Terboyo yang telah dianggarkan Rp 25 miliar di APBD 2015 urung dilaksanakan. “Padahal hal tersebut sebagai upaya untuk mengatasi rob dan banjir di kawasan itu,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya langsung membuat surat kepada Kemenhub untuk meminta kembali pengelolaannya sebagai terminal bongkar muat. Ia berharap Pemerintah Pusat benar-benar membolehkan hal tersebut. “Memang sudah ada sinyal itu namun kami masih menunggu surat resminya,” tandas orang nomor satu di Kota Semarang itu. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso menyatakan bahwa Kota Semarang membutuhkan terminal barang. Jika fasilitas tersedia akan membuat potensi pendapatan daerah menjadi maksimal, terutama dari sektor pajak parkir khusus yang hingga sekarang belum tergarap. “Untuk menertibkan parkir liar sekaligus mendapatkan pemasukan pajak, seharusnya pemerintah segera memiliki terminal barang. Kendaraan berat bisa parkir di terminal resmi dan pemerintah akan menerima pendapatan,” ujar politikus Partai Gerindra itu.