• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tata PKL, Semarang Gandeng Prancis

 29-07-2016 14:46 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 399 kali Berita Kota
Jumat, 29 Juli 2016, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi bersama perwakilan Pemerintah Prancis dan perwakilan Kementrian PUPR bertemu untuk membicarakan rencana mewujudkan Eco District di Kota Semarang. Eco District sendiri merupakan sebuah konsep yang diharapkan Pemerintah Prancis untuk dapat diwujudkan di Kota Semarang untuk mendukung konsep kota berkelanjutan yang kerap kali diperkenalkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di berbagi kesempatan. Pembangunan Eco District tersebut nantinya akan meliputi penataan PKL, pembangunan ruang publik, dan penyediaan sarana dan pra sarana untuk umum. Dan untuk lokasi pelaksanaa project tersebut rencananya akan dilakukan di jalan Madukoro dan sekitarnya yang merupakan salah satu akses menuju bandara baru. Endra Atmawijaya dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementrian PUPR yang juga hadir dalam Rapat tersebut mengatakan konsep Eco District sesuai dengan konsep pengembangan kota hijau yang dimiliki Kementrian PUPR sejak 2011. "Jadi ini bentuknya Urban Project, bukan hanya Infrastructure Project, sehingga yang kita bicarakan bukan hanya infrastruktur yang baik saja, tapi juga lingkungan sekitarnya juga harus baik",jelas Endra.   Franck Miraux yang merupakan Project Director Green Building, yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Prancis sendiri optimis bahwa project Eco District di Kota Semarang dapat menjadi pilot project bagi kota-kota lain di Indonesia. "Terkadang pembangunan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, tapi di sini (Semarang) pembangunan sudah dari keingingan masyarakat", tegas Franck. Franck juga mengatakan bahwa project Eco District akan meliputi ketiga aspek, yaitu Building Development, Public Infratructure, dan Civil Society. Hendrar Prihadi selaku Walikota Semarang menargetkan akan memulai project Eco District pada tahun 2017."Project ini sekaligus juga akan menjadi penunjang Bandara Kota Semarang yang baru", tegas Hendi. "Konsep ini juga sejalan dengan usaha kami untuk mewujudkan Semarang sebagai kota berkelanjutan dan karena itu saya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah Prancis yang sudah memberi perhatian kepada Kota Semarang.