• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Lepaskan Calon Jamaah Haji Mandiri Kota Semarang

 08-08-2016 17:45 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 291 kali Berita Kota
Senin (8/8) Walikota  Semarang menghadiri pembekalan jamaah haji mandiri ke 2 tingkat Kota Semarang yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Kota Semarang, di Gedung Wanita Semarang. Kepala kantor agama Kota Semarang Drs. Muh. Habib, MM menyebutkan bahwa jumlah calon jamaah haji tahun ini di Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang berdada di posisi tertinggi, yaitu sebanyak 1433 orang. “Semoga di tahun 2017 dan seterusnya kutoanya dapat meninggat sehingga tidak terlalu lama menunggu,” ujarnya. Di tahun ini keberangkatan ada 3 sesi yaitu tanggal 25 agustus 2016 yang terbagi menjadi  dua kloter, pagi dan sote, tanggal 2 september  juga terbagi dua kloter pagi dan sore, serta 3 september ada dua kloter gabungan dari Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Habib berpesankeberangkatan haji ini niatnya ibadah untuk mendapatkan ridho Allah. ”Ap yg dilakukan disana pasrahkan pada Allah,” pungkasnya. Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengajak para jamaah untuk mensyukuri kesempatan bisa naik haji tahun ini karena merupakan sebuah nikmat yang luar biasa. “Masih banyak di belakang kita sudah siap lahir-batin, fisik dan mental bahkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, namun belum bisa berangkat, disebabkan sesuatu dan lain hal. Ada pula yang mampu secara materi, namun belum siap menunaikan ibadah haji” tuturnya. Walikota mengingatkan kepada peserta pembekalan untuk mengkondisikan diri agar tidak hanya membawa koper berisi barang-barang kebutuhan, namun juga membawa ‘koper’ yang isinya kesabaran mengingat dibanding ibadah wajib lainnya, ibadah haji bukanlah ibadah yang sederhana karena dibutuhkan kesiapan fisik, batin dan jiwa. “Apalagi bapak dan ibu adalah jamaah haji mandiri nilai plusnya Panjenengan tidak memiliki ketergantungan dengan pimpinan rombongan karena Bapak/Ibu telah memiliki pemahaman yang baik dan benar mengenai tata cara atau rukun ibadah haji. Dan Insha Allah ini akan menjadi poin kesempurnaan ibadah untuk tercapainya predikat haji yang mabrur,” tukasnya yang kemudian diamini para peserta.  Pihaknya berpesan untuk menata niat bahwa keberangkatan haji ini bukan untuk yang lain, bukan untuk prestise, bukan untuk mengejar gelar haji namun hanya satu Lillahi Ta’ala hanya untuk mengharap ridho Allah SWT. “Selama melaksanakan ibadah haji, panjenengan akan berhadapan dengan iklim baru yang sangat berbeda dengan iklim yang ada di Kota Semarang. Atur pola makan dan minum. Taati semua ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan, serta hindari kegiatan yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah”. Terakhir, ia melanjutkan untuk menjaga nama baik bangsa, lebih khusus Kota Semarang. Bersikap sabar, santun dan tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya dan berkepribadian luhur. Fokus dalam ibadah, rukun, guyub dan saling membantu dengan jamaah haji lainnya. Dalam acara tersebut disampaikan pula 3 buah materi tentang kebijakan penyelenggaraan haji Jawa Tengah oleh Kepala bidang PHU Kanwil kementrian Agama jawa Tengah Drs. H. Noor Badi, MM, Keselamatan Penerbagang dari PR Garuda Indonesia, serta tentang pemantapan manasik berbasis Qalbu dan Melestarikan Kemabruran Haji – Dr. KH. Muhammad Arja Imroni, M.Ag.