• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kenaikan Pangkat Guru di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang

 26-08-2016 13:58 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 473 kali Berita Kota
Tahun 2016 ini Pemerintah Kota Semarang mengusulkan sebanyak 296 Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kapala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK  menerima Surat Keputusan (SK ) Kenaikan Pangkat di Ruang Lokakrida Gedung Moch. Ikhsan lantai 8 Semarang pada Jumat ( 26 / 08 ). Adapun rinciannya  SD 265 PNS, SMP 10 PNS, SMA 14 PNS dan SMK 7 PNS. Acara tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hadir pula Wakil Wali Kota Semarang, Kepala Dinas Pendidkan Kota Semarang, Kepala Badan Kepegawaian Negara  ( BKD ) dan jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan perbaikan suatu sistem pendidikan di Kota Semarang yang Wajib Hukumnya. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang – kurangnya 20 % dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan Nasional. Sangat mengherankan bila sampai dengan sekarang ini masih banyak penyelenggara pendidikan yang masih menarik sumbangan untuk kepentingan sekolah ini adalah pungli. Dalam sambutannya Wali Kota Semarang mengatakan dunia pendidikan di Kota Semarang menjadi sebuah sorotan tidak hanya oleh siswa yang belajar tapi juga LSM hingga tingkat pusat membicarakan tingkat Pendidikan di Kota Semarang. Pendidikan di Kota Semarang sudah mulai diperhitungkan secara statistic pasti akan diperoleh hasil bahwa selama  lebih kurang 10 tahun terakhir sampai dengan sekarang secara kualitas dan kuantitas bergerak menjadi lebih baik lagi dan menjadi lebih hebat lagi. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada stakeholder di lingkungan pendidikan karena hasil kerja kerasnya tersebut merupakan hasil pencapaian Bapak / Ibu yang merupakan visi misi selama ini. Wilayah yang hebat dan maju pesat pastinya adalah landasan kota Semarang yang paling utama. Dengan kata lain apabila warga Semarang punya pendidikan yang lebih baik, maka dari itu bagian external dan internal harus dibenahi juga, ujarnya. Tahun 2016 adanya masalah mulai dari problematika Penerimaan Peserta Didik (PPD) online merupakan temuan ombudsmen di SMAN I, tidak adanya aliran kepercayaan pada mata pelajaran agama di SMK 7, hingga tidak lolosnya sebagian murid  SMA 3 di SNMPTN, yang harus berselisih pendapat dengan 2 menteri  (Mendikdasmen dan Menristek dikti). Pesan Wali Kota sesuai dengan tema HUT RI ke- 71 yaitu Indonesia Kerja Nyata  bahwa aturan itu perlu, regulasi itu penting, tetapi koordinasi dengan pimpinan harus tetap di lakukan apabila menemukan hal – hal yang belum ada di peraturan, insyaallah masalah tersebut bisa diatasi. Di tingkat internal harus kompak dan solid. Sedangkan pesan ke UPTD satu kesatuan harus kompak. Yang bisa tahu prestasi dunia pendidkan adalah di luar pendidikan, sedangkan yang tau keburukan pendidikan  hanya orang – orang pendidikan di Kota Semarang saja. Mau maju internalnya harus kompak, kesejahteraannya harus lebih baik. Apabila ada kecurangan di bidang pendidikan bisa dikonsultasikan kepada UPTD, Kepala Dinas bahkan ke Wali Kota, jangan dikonsultasikan yang tidak mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan, karena itu sebuah sistem yang belum bisa direalisasikan dengan jelas. Pihaknya berharap agar Kepala Sekolah mempunyai satu ikon yang bisa membuat sekolahananya menjadi lebih hijau dan lebih hebat, tambahnya.