• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota: “3 Hal Yang Harus Dimiliki Di Jiwa PNS Pemkot Semarang”

 29-08-2016 17:22 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 391 kali Berita Kota
Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh PNS di Kota Semarang baik staf maupun pejabat agar segera melaksanakan kebijakan/ amanat dari Bapak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan perubahan sikap dan sifat yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni “Revolusi Mental”. Yang mana perihal tersebut mencakup 3 hal yaitu Integritas, etos kerja dan sikap gotong royong. Hal ini diungkapkan, saat memberikan coffee morning kepada seluruh jajaran PNS Pemkot Semarang di Halaman Balaikota, Senin (29/8). Dikatakan Walikota Integritas sangatlah penting karena situasi dan suasana sekarang  sudah sangat berbeda sekali. “Jaman dulu, sekarang dan zaman yang akan datang pasti banyak perubahan-perubahan kalau kita tidak mempunyai integritas maka Bangsa kita tidak bisa berkompetisi dengan bangsa lain yang ada hanyalah menjadi" kalah-kalahan'' saja” ungkapnya.  Selain itu integritas ini sebagai modal awal untuk melakukan pembenahan kedepan agar menjadi lebih baik. Lebih lanjut di katakan Hendrar Prihadi, pihaknya paham sekali kawan-kawan PNS ini sudah memahami aturan apa yang dimaksud dengan disiplin kerja. Tapi displin kerja saja tanpa dibarengi dengan etos kerja yang tinggi maka kadang-kadang akan kesusahan pada saat masuk kekantor apa yang harus dilakukan dikantor. “Ini sejalan dengan apa yang dimaui Bapak Presiden kita yang tertuang di dalam tema HUT  RI kemarin-Indonesia Kerja Nyata. Bahwa etos kerja harus semakin meningkat. Apalagi masyarakat sekarang haus dan berharap akan ada “Negara” di dalam segala aspek kehidupan” jelasnya. Contoh lain yang bisa dilihat bila ada PNS ada melayani tidak disiplin dengan jam pelayanan, maka dia tidak memaknai revolusi mental. Begitupun juga dengan PNS yang bicara mengenai pungli etos kerjanya masih rendah. Gotong royong diibaratkan Walikota sebagai lidi yang digabung akan sulit dipatahkan dan bekerjasama untuk mencapai satu tujuan. “Dulu waktu kecil kita mengenal ungkapan lidi satu mudah dipatahkan, lidi digabung akan sulit di patahkan konsep inilah yang dinamakan gotong-royong. Satu dengan yang lain apabila kompak bersatu untuk bisa membuat Semarang lebih sejahtera tentu akan lebih ringan” urai Walikota. Namun hal ini tidak bisa berjalan apabila salah satu SKPD jalan kekiri ataupun kekanan, jelasnya sehingga membuat susah sekali untuk menjadikan semarang menjadi lebih baik dan lebih sejahtera. Walikota mengajak agar senantiasa melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap diri sendiri maupun lingkungan lebih besar bahwa kita pelayan rakyat. “Mari kita layani masyarakat dengan baik ojo ''udreg-udregan'' , tidak usah saling menyalahkan. Yang tahu kehebatan dan kelebihan dari teman-teman Pemkot adalah masyarakat. Tetapi yang tahu keburukan daripada teman-teman Pemkot adalah kita sendiri yang berada di Pemkot Semarang” tandasnya.