• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

REVOLUSI MENTAL UNTUK MEMBANGUN SEMARANG

 31-08-2016 16:06 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 414 kali Berita Kota
Semarang – Bertempat di Kampus 2 Universitas PGRI Semarang di jalan Sriwijaya, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB (BAPERMASPER) Kota Semarang bersama Universitas PGRI Semarang mengadakan kegiatan yang bertajuk Forum Group Discution mengenai Pemberdaayaan Kelembagaan Masyarakat Kelurahan, Rabu (31/08). Acara forum diskusi tersebut dibuka oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Turut hadir Kepala Bapermasper Kota Semarang Bimbong Yogatama, Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi SH, Mhum, perwakilan dari Komisi D DPRD Kota Semarang, peserta perwakilan pengurus pemberdayaan ditingkat kelurahan, perwakilan LPMK, peserta perwakilan DPKK, perwakilan peserta dari koda, ormas dan karang taruna. Dalam laporannya, ketua koordinator Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Semarang Achmad Fuad mengatakan bahwa maksud diadakannya forum tersebut adalah dikarenakan sekarang ini masyarakat lebih demokratis, terlihat dengan tingginya klasifikasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga tantangan rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2016-2021 Kota Semarang menetapkan partisipasi masyrakat sebagai kebijakan strategis. “forum tersebut mempunyai tujuan untuk mendapatkan masukan, baik ideologis, yuridis maupun praktis dalam pemberdayaan kelembagaan di tingkat kelurahan dan bermanfaat untuk membangun kegotong royongan masyarakat” terangnya. Sementara itu dihadapan peserta forum, Walikota Semarang Hendar Prihadi mengatakan bahwa LPMK merupakan mitra pemerintah, kerena LPMK merupakan konsep pembangunan, khususnya Kota Semarang. Dengan adanya LPMK masyarakat bisa berpartispasi dan ikut terlibat dalam pembangunan. Selain pendorong pembangunan di lingkungan, kehadiran LPMK dapat mengakomodir masyarakat dalam mengusulkan hal-hal yang poisitif dalam pembangunan lingkungan bahkan ikut  dalam mengawasi pembangunan. Walikota Semarang juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo mengenai revolusi mental dan garis besar pembangunan pusat, provinsi serta kota yang harus sejalan. “ada tiga hal yang dimaksud dengan revolusi mental. Pertama yaitu Integritas. Contohnya adalah yang ujung-ujungnya duit itu harus diperbaiki. Kedua, Etos Kerja. Kumpulan semangat yang bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sekilas dalam etos kerja, kita kalah dari Filipina dan Vietnam, dan hal ini saya yakin kita bisa menjadi lebih baik. Ketiga adalah Gotong royong. Saya harap satu dengan yang lainnya dapat saling membantu, tetapi saat ini gotong royong hampir luntur di negeri kita, dan saya harap di Kota Semarang semangat gotong royong terus selalu ada,” tuturnya. Hendi sapaan akrab Walikota Semarang juga menerangkan Kota Semarang akan terus berbenah dalam infrastruktur transportasi dari pembangunan tol, pembangunan perluasan bandara hingga stasiun kereta api. Pembangunan yang dilakukan dan sedang dilakukan akan terasa hasilnya bagi masyarakat. “akan banyak orang yang datang ke Kota Semarang karena aksesnya lebih mudah, akan ada aktifitas barang yang keluar masuk ke Kota Semarang, dan saya harap warga Semarang dapat menangkap bahwa kesempatan ini adalah sebuah peluang. Dan inilah salah satu tugas LPMK untuk mempersiapkan warganya menyambut peluang-peluang tersebut” imbuhnya.