• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

“Gerbang Hebat” Program Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

 13-09-2016 11:15 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1789 kali Berita Kota
Permasalahan kemiskinan dan pengangguran merupakan persoalan yang kompleks dan rasanya tidak mungkin kalau hanya dikerjakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Oleh karenanya, perlu dukungan, kerjasama serta sinergitas dari semua stakeholder dan komponen masyarakat, mulai perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat serta dunia usaha. 

Masa pemerintahan Hendrar Prihadi –Hevearita Gunaryanti Rahayu (2016-2021), Pemkot Semarang memiliki program penentasan kemiskinan melalui Gerbang Hebat, singkatan dari Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem, Etos Bersama Masyarakat. 
Program ini akan berjalan dengan empat skenario yang tertuang dalam empat klaster. Yakni pengentasan kemiskinan berbasis bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi UMKM dan mikro, dan perluasan program pro rakyat. Keempat klaster tersebut, kedepannya dilaksanakan oleh SKPD teknis sesuai dengan bidang kompetensi dan tupoksi masing-masing.

“Gerbang Hebat ini merupakan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran untuk warga Kota Semarang yang sudah lama kami idam-idamkan. Tujuan utama program ini adalah memberi semangat agar masyarakat miskin semakin berkurang,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. 

Untuk itu, program pengentasan kemiskinan harus dilaksanakan secara menyeluruh, sinergis, berkesinambungan dan lintas bidang. Wali kota berharap semua pihak bisa berkomitmen untuk mendukung dan mensukseskan progam Gerbang Hebat sebagai sebuah cita-cita lihur guna membantu warga yang kurang mampu. 

Demi mensukseskan program tersebut, pemkot telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Seluruh kepala SKPD, camat dan lurah se-Kota Semarang secara periodik diminta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Gerbang Hebat. 

"Segera lakukan pembenahan bila terjadi sebuah permasalahan. Semaksimal mungkin lakukan upaya agar tidak ada celah yang merugikan masyarakat penerima manfaat program Gerbang Hebat,” tegas Hendi, sapaan akrab wali kota. 

Berdasar data dari Dispendukcapil, jumlah penduduk Kota Semarang per 31 Mei 2015 adalah sebanyak 1.767.086 jiwa. Sementara data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan di Kota Semarang mencapai 4 persen dari jumlah penduduk. 
Kepala Bidang Perencanaan Pemerintah dan Sosial Budaya Bappeda Kota Semarang, Dwi Arti Handayani menjelaskan, semua program penanggulangan kemiskinan yang bersumber dari APBN, penyalurannya menyesuaikan data dari BPS. 
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan verifikasi dan identifikasi warga miskin yang sudah masuk dalam database.  Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan database warga miskin Kota Semarang yang valid, akurat, tepat sasaran dan obyektif sebagai acuan perencanaan program, kegiatan dan strategi penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang. 

Selanjutnya, pendataan ditindaklanjuti dengan penandaan yang warga miskin yang dituangkan dalam bentuk Kartu Identitas Warga Miskin (KIM) Kota Semarang Tahun Anggaran 2016. Pemberian KIM ini berdasarkan pada nama dan alamat yang jelas (by name by address).
Dengan adanya KIM diharapkan mempermudah pemberian akses warga miskin dalam memperoleh pelayanan dasar, fasilitas dan program penanggulangan kemiskinan dari Pemerintah Kota Semarang. Adanya KIM, juga akan dijadikan bahan evaluasi dan monitoring penyusunan perencanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan.

Peningkatan pelayanan untuk warga miskin meliputi bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya. Semua SKPD masuk tim penanggulangan kemiskinan. Seperti Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) punya program bedah rumah, Dinas Kesehatan Kota (DKK) memiliki program Jamkesmaskot, Produk Industri Rumah Tangga (PIRT),  Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), Dinas Pendidikan (Disdik) memiliki beasiswa miskin, program inklusi, dan pelatihan, budidaya ternah hingga perikanan, untuk SKPD yang lain.  “Konsep Gerbang Hebat ini terintegrasi dengan stakeholder. Pihak pemangku wilayah seperti lurah dan camat melakukan pemetaan untuk kawasan tematik. Diharapkan tahun ini ada 16 pilot project untuk dikembangkan 5 tahun ke depan,” terangnya. 

Program ini akan lebih cepat terlihat hasilnya jika masyarakat yang masuk dalam database miskin mamiliki semangat untuk lepas dari persoalan kemiskinan. Termasuk mengubah pola pikir ketergantungan pada bantuan. Dalam beberapa kasus persoalan kemiskinan sulit terentaskan, karena masyarakat masih nyaman berada di zona miskin yang selalu menikmati bantuan dari pemerintah.