• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Gizi Seimbang Bangsa Sehat Tinggi Prestasi

 13-09-2016 13:32 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 639 kali Berita Kota
Untuk mencegah penyakit akibat kekurangan zat besi dan darah ( anemia ), Pemerintah Kota Semarang, Selasa ( 13/9) menghimbau kepada para remaja putri untuk meminum obat penambah darah supaya tidak terserang penyakit anemia dan kekurangan zat besi. Remaja putri di Kota Semarang diharapkan minum tablet tambah darah seminggu sekali selama setaun.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang  dimaksutkan untuk memberikan asupan tambahan darah bagi remaja putri karena setiap bulannya mengalami menstruasi atau datang bulan, acara ini berlangsung di Gedung Balaikota Jalan Pemuda 148 Semarang, dibuka oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Kriseptiana Hendrar Prihadi, Direktur PT. Phapros dan adik - adik pelajar putri se- Kota Semarang.
Walikota Semarang dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Wali Kota Semarang mengatakan bahwa gizi bisa kita ibaratkan sebagai pondasi sebuah bangunan. Kalau pondasinya kuat tentumya bangunan bisa berdiri dengan kokoh.anemia pada remaja putri terbilang tinggi yaitu sekitar 20 – 40 %, 50 – 80%nya disebabkan karena rendahnya kualitas konsumsi pangan.Kasus anemia pada ibu hamil 18, 34 % atau sekitar 3861 kasus, anemia pada remaja putri sebesar 1,8%. “Minumlah obat tambah darah secara rutin karena ini untuk masa depan adik – adik”. Gizi adalah hak asasi manusia, gizi adalah investasi masa depan. Pihaknya berharap dengan adanya gerakan tambah darah ini menjadikan anak – anak remaja putri di Kota Semarang menjadi lebih sehat. Yang tentunya ini merupakan modal untuk menjadi seorang ibu, karena anemia dapat berakibat kematian dari sang ibu / bayi yang lahir akan kekurangan berat badan, ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK  dalam sambutannya menuturkan, kegiatan ini tidak hanya Dinas Kesehatan, peran dari Bappernasper dan KB, Dinas Pendidikan  dan guru – guru dimohon untuk memonitor selama 3 bulan dan akan dilihat hasilnya.
ini bukan program yang muluk – muluk tapi harapannya bisa tersampaikan sampai ke bawah. Dengan kegiatan ini dapat mengedukasi remaja putrid tentang pentingnya tablet tambah darah”.
Dan sebelum kegiatan mereka diperiksa masih ada 5 anak yang masih anemia.Jadi kalau kita kira – kira untuk anak yang hadir pada hari ini mungkin sekitar 30 – 40 %.itu menghidap anemia, tambahnya.
Gerakan minum tablet tambah darah ditandai dengan meminum tablet bersama dengan Wakil Wali Kota, Ketua Tim Penggerak PKK serta diikuti oleh pelajar putri yang hadir dalam gerakan tersebut