• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pengelolaan Tanah Eks Bengkok di Kota Semarang

 23-09-2016 07:45 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 661 kali Berita Kota
Perekonomian Kota Semarang saat ini lebih besar bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa namun beberapa daerah di pinggiran Kota Semarang masih dapat kita jumpai tanah-tanah pertanian yang status tanahnya banyak diantaranya merupakan tanah eks bengkok milik Pemerintah Kota Semarang. 

Jumlah aset tanah yang tercatat sampai di tahun 2011 mencapai sebesar Rp. 3.311.833.580.864,- yang dikelola oleh 38 SKPD dengan jumlah luasan mencapai 71.444.405.56 m2. khusus tanah bengkok, Kabid Aset Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Semarang Satrio Imam menuturkan bahwa tanah eks bengkok status penggunaannya berada di Kecamatan.

"Barang milik daerah ada dua pengelola barang daerah yang dikelola SKPD dan barang daerah yang dikelola oleh pengelola. DPPKAD hanya pembantu pengelola. SKPD yang mengelola adalah Kecamatan," ujarnya, Kamis,(22/9/2016)

Ia menuturkan pada PP no 27 dan Permendagri no 19 menyebutkan bahwa SKPD selaku Pembina wajib mengamankan barang berada status penggunaannya. DPPKAD hanya membantu sebagian tugas dari SKPD.

"Kami hanya membantu pengelola. Bantuan yang dilakukan semisal ada bengkok di daerah sana selesaikan dulu dengan pihak kecamatan. Status penggunanya ada disana.Kalau tidak mampu kita bantu dengan penindakan,"ujarnya.

Satrio menuturkan tidak semua tanah eks bengkok tersebut kembali ke DPPKAD. Ada mekanisme pengamanan yang harus ditempuh terlebih dahulu. Seperti jika ada tanah bengkok yang digunakan peruntukannya oleh pihak diselesaikan terlebih di tingkat kecamatan.

"Terkecuali tanah eks bengkok yang sudah diserahkan pengelolaannya di Sekda. Maka kita bertanggung jawab sepenuhnya," terang.

Pengamanan tanah eks bengkok ada dua yaitu pengamanan fisik dan pengamanan administrasi. Pengamanan secara administrasi dilakukan dengan cara dilakukan pencatatannya oleh pengurus dan penyimpan barang di masing-masing SKPD.