• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Antisipasi Korban Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Lakukan Inventarisir Pohon Tepi Jalan Umum

 30-09-2016 10:52 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 372 kali Berita Kota
Walikota Semarang Hendrar Prihadi memerintahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan DKP kota Semarang untuk melakukan Inventarisir pohon ditepi jalan yang sudah berusia tua atau dinilai lapuk untuk ditebang. Hal ini dikatakan Walikota Rabu (28/09/2016) di balaikota Semarang, menyusul tumbangnya pohon di jalan S. Parman dekat RSUD Kariadi berjenis Pohon Angsana berdiameter 1 meter yang sempat menutupi jalan. Menurutnya pemkot tidak ingin ada warganya ketika dijalan tertimpa musibah pohon yang tumbang karena diterpa angin manakala terjadi hujan lebat disertai angin. “Upaya inventarisir pohon tua dipinggir jalan telah dilakukan oleh dinas terkait dalam hal ini DKP sehingga dapat meminimalisir terjadinya pohon yang tumbang di tepi jalan,” ujarnya. Masyarakat pun juga diminta dapat berpartisipasi dengan melaporkan kepada pemerintah jika ditemui pohon yang sudah lapuk termakan usia agar nantinya dilakukan rampelan atau penebangan jika diperlukan. “ kami membuka komunikasi kepada masyarakat, silahkan lapor kepada saya bisa melalui media sosial maupun sms Lapor Hendi,” tandasnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi Kabid Pertamanan Kota Semarang Budi Prakoso menuturkan upaya inventarisir pohon dipinggir jalan setiap tahunnya rutin dilakukan untuk meminimalisir tumbangnya pohon tersebut yang dikhawatirkan mengancam keselamatan masyarakat. “ Ada beberapa jalur yang sudah dilakukan rempelan atau toping memotong pohon bagian atas, seperti jalan Prof Hamka, Krapyak, MT. Hariyono, Tentara Pelajar, Gombel, Sultan Agung, Kariadi, Imam Bonjol hingga Arteri Soekarno Hatta dan Yos Sudarso,” imbuhnya. Sedangkan untuk jenis pohon yang tumbang di Jalan S. Parman berjenis Angsana Budi menjelaskan pohon jenis tersebut rentan tumbang karena akar yang dimiliki tidak mampu merambat turun kebawah. “ Angsana ini sebenarnya kuat tapi karena ditanam dipinggir jalan kan media tanamnya kurang dan akarnya tidak dapat kuat menahan pohon yang besar makanya banyak pohon jenis ini sering roboh. Gambarannya kalau pot tanaman yang berdiameter 30 cm tapi kalau pohonya menjulang 3 Meter kan kena angin dikit aja rubuh,” jelas Budi.  Ia juga menjelaskan saat ini pihaknya kekurangan personil untuk melakukan rampelan, karena hanya ada 10 petugas untuk mengakomodir seluruh pohon sekota Semarang sedangkan untuk alat yang dimiliki saat ini dinilai sudah memadai. “ saya berharap agar ada penambahan personil untuk dapat mengoptimalkan proses rampelan dan inventarisir pohon ditepi jalan umum,” terangnya.