• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

HUJAN DERAS SEBABKAN TALUD BUKIT SARI LONGSOR

 03-10-2016 12:19 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 372 kali Berita Kota
Semarang – (3/10) Dua orang penghuni rumah mewah tewas dalam bencana talud longsor yang terjadi di daerah Bukit Sari Minggu malam (2/10). Proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan karena banyaknya material tanah serta konstruksi yang terbuat dari beton. Bencana talud longsor terjadi  di kawasan perumahan elit di Jalan Bukit Bromo Bukit Sari Semarang. Korban merupakan penghuni rumah yakni Jessica berusia 18 (delapan belas) tahun dan Jason berusia 9 (sembilan) tahun yang merupakan anak dari pasangan Enrico dan Kristin. Korban tertimbun longsor karena tidak sempat menyelamatkan diri saat kejadian. Peristiwa longsornya talut setinggi 15 meter ini sendiri berawal dari hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak minggu sore. Entah apa yang terjadi, talut yang berada persis di rumah korban tiba-tiba longsor dan langsung menimpa rumah korban. Meski mengalami luka ringan, Enrico dan Kristin serta seorang pembantu berhasil selamat dalam kejadia tersebut, sementara Jessica dan Jason yang pada saat kejadian berada di dalam kamar dan tak sempat menyelamatkan diri. Tim gabungan dari Basarnas, TNI dan POLRI berupaya melakukan evakuasi, namun banyaknya material berupa tanah dan batu serta konstruksi bangunan yang terbuat dari beton membuat evakuasi mengalami kesulitan. Jasad korban yang berhasil dievakuasi 6 (enam) jam kemudian, langsung disambut isak tangis oleh keluarga korban. Kedua orang tua korban yang selamat dalam kejadian ini langsung terlihat sangat shock saat meliahat jasad kedua anaknya dimasukkan ke dalam ambulan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang didampingi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu turun langsung untuk meninjau lokasi longsor. Dalam keterangannya  Wali Kota Semarang sangat mempercayakan sepenuhnya serta mengucapkan terimakasih kepada petugas tim gabungan dalam mengevakuasi korban. “tentang kejadian longsor di Bukit Sari, saya mengucapkan maturnuwun kepada Tim gabungan dari SAR, Polrestabes, Kodim, Satpol PP yang bekerja sampai dini hari untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban dua kakak beradik Jessica dan Jason.” ujarnya. Disinggung mengenai apakah longsor bukit sari masih dapat bepotensi longsor kembali, Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa potensi itu masih ada karena lokasi longsor adalah tebing tinggi dan tanahnya terbuka saat ini. Selain itu Hendi juga menyampaikan kepada warga Kota Semarang khususnya yang tinggal di daerah perbukitan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, karena curah hujan sudah mulai tinggi dan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk menutup lokasi longsor. “periksa secara rutin talud atau bangunan tinggi di sekitar wilayah permukian, laporkan kepada Pemkot Semarang apanila ditemukan retakan di bangunan-bangunan tinggi di sekitar pemukiman. Saya perintahkan BPBD dan Basarnas untuk menutup lokasi longsor tersebut dengan terpal atau dengan trucuk bambu.” imbuhnya.