• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang - Nanjing Jajaki Sister City

 26-10-2016 18:11 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 270 kali Berita Kota
Dalam rangka menjalin penjajakan sekaligus promosi potensi Kota Semarang melakukan kunjungan ke Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Kota Nanjing merupakan kota terbesar kedua di wilayah timur Tiongkok yang memiliki sejumlah kesamaan dengan Kota Semarang. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya delegasi Nanjing telah lebih dulu berkunjung ke Kota Semarang pada Juli lalu.  

Rombongan sedianya akan dipimpin langsung oleh Walikota, namun mengingat adanya sejumlah agenda penting yang membutuhkan perhatian langsung Walikota kunjungan diwakilkan oleh Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti dan beberapa pejabat Pemkot. Rombongan Kota Semarang diterima langsung oleh Walikota Nanjing,Mr. Miao Ruilin. Kunjungan delegasi Kota Semarang ini sekaligus juga untuk menghadiri undangan Nanjing World Historical and Cultural Cities Expo 2016. Salah satu agenda expo ini adalah forum walikota yang dihadiri kepala daerah dari kota-kota terkemuka di dunia yang memiliki tempat bersejarah.    

Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan bahwa secara historis Kota Semarang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh seni dan budaya Tiongkok. Seni dan budaya Tiongkok telah memberi warna dan kekayaan bagi kemajemukan budaya di Kota Semarang sehingga bisa dikatakan bahwa Tiongkok dan Kota Semarang seperti saudara, lanjutnya.

“Secara lebih khusus, ada hubungan erat antara Kota Nanjing dengan Kota Semarang yang diinisiasi oleh perjalanan Laksamana Cheng-Ho melalui jalur sutera maritim pada abad ke-7,” papar Wakil Walikota. Pengaruhnya pun masih dapat dilihat sampai sekarang pada sejumlah peninggalan yang ada di Kota Semarang. Diantaranya, Klenteng Sam Poo Kong dan kampung Pecinan.

Klenteng Sam Poo Kong yang dikenal juga dengan Gedung Batu merupakan salah satu bukti peninggalan Laksamana Cheng Ho yang berlabuh dan berdagang di Kota Semarang. Sementara, Kampung Pecinan juga kental dengan budaya Tionghoa di mana terdapat setidaknya 10 klenteng besar, seperti Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Hok Sing Bio, Klenteng Grajen, Klenteng Ling Hok Bio, Klenteng Sam Hong Miauw dan masih banyak lagi.

Tak hanya bentuk bangunan fisik, menurut Wakil Walikota, budaya China juga telah berbaur harmonis dengan budaya lokal, seperti yang ada pada budaya Warak Ngendog dan Dugderan. Budaya china ini juga menjadi salah satu dari empat ikon budaya yang ada di Kota Semarang, yakni budaya Jawa, Arab, Melayu dan China.

Dalam pemaparannya, Wakil Walikotapun memperkenalkan event rutin Pasar Imlek Semawis yang dilaksanakan setiap tahun sebagai simbol kerukunan dan kekerabatan antar agama dan suku bangsa di Kota Semarang. Kedepan, Wakil Walikota berharap penjajakan kerja sama, pertukaran dan persahabatan dengan Kota Nanjing dapat senantiasa terjalin. Mewakili pihak pemkot, dirinya pun sangat terbuka untuk adanya kerja sama pada berbagai bidang guna peningkatan kesejahteraan dan pembangunan.

Posisi strategis Kota Semarang yang didukung pula dengan berbagai sarana transportasi, sarana penunjang MICE, kekayaan budaya dan wisata diharapkan juga dapat menjadi daya tarik investor untuk menanam investasi di Kota Semarang. Pada kunjungan ini, Wakil Walikota juga melakukan penandatanganan letter of Intent untuk keseriusan menjalin kerjasama sister city.