• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Dewan Tetap Minta Penutup Saluran Air di RS telogorejo Dibongkar 

 04-11-2016 09:49 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 29 kali Berita Kota
Kelanjutan dari sidak Komisi C DPRD Kota Semarang, Selasa lalu (1/11) terkait penutupan sungai di depan rumah sakit Telogorejo untuk segera dibongkar yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi parkir pihak rumah sakit sebelum ada gedung parkir sendiri ditindaklanjuti dengan rapat dewan di ruang serbaguna, Kamis (3/11).

Dengan mengundang pihak terkait seperti dinas psda, bina marga, dishub, kecamatan dan lainnya. Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman, pihaknya tetap meminta kepada pihak rumah sakit untuk mengembalikan fungsi sungai yang ditutup pihak rs Telogorejo untuk dikembalikan seperti fungsi semula, setelah gedung parkir jadi. Memang sebelum punya gedung parkir tersebut, pihak rs Telogorejo sudah meminta ijin kepada dishub untuk bisa menutup sungai untuk dijadikan tempat parkir. 

"Saat ini setelah terbangun gedung parkir kami dari pihak komisi c tetap minta kepada rumah sakit untuk membuka kembali sungai tersebut,"ujarnya.    

Kadarlusman juga menyampaikan, dari pihak PSDA juga setuju bahwa penutupan saluran air melanggar aturan, sesuai Peraturan daerah nomor 7 tahun 2014 tentang rencana induk sistem drainase kota semarang, bahwa setiap orang dilarang untuk membangun bangunan lainnya, yang menyebabkan tidak berfungsinya sistem drainase termasuk bekas tempat parkir yang menutup sungai tersebut. Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta paparan dari pihak rs konsep nantinya seperti apa yang rencananya akan tetap dibangun taman diatas saluran drainase tersebut. Dengan alasan apapun dia menilai kurang pas jika diatas sungainya. Meski nantinya akan dikasih lubang.  

"Kami akan rapat kembali, kami mita dibongkar dulu.Tadi ada  keinginan dari dinas untuk konsultasi ke BPK jika dibutuhkan, tapi hasil konsultasi itu tidak bisa dibuat patokan, hanya konsultasi sifatnya,bagaimanapun ini adalah faslitas umum (fasum),"tandasnya.

Pembina Yayasan RS Telogorejo Andi Sulistio mengatakan, konsep taman yang akan dibangun akan lebih baik. Pihaknya akan membangun taman dengan konsep dan modifikasi, sehingga mudah dibersihkan jika ada sampah yang menumpuk di bawahnya.

"Sehingga bisa memberikan contoh kepada masyarakat luas bagaimana contoh membuat taman yang baik dan sehat. Kami tidak berharap kepada pemerintah saja, untuk menyediakan ruang publik. Tapi bagaimanapun aturan harus diikuti kami mengikuti pemerintah, nanti ada suatu titik temu, juga harus memikirkan kesehatan masyarakat,"pungkasnya.