• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Jalan Sehat dan Dialog Warga Kel. Tegalsari Kec. Candisari

 04-11-2016 15:49 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 60 kali Berita Kota
Konsep kerja Pemerintah Kota Semarang saat ini adalah bergerak bersama. Bukan hanya Pemerintah saja melainkan juga masyarakat ikut aktif dalam pembangunan di Kota Semarang. Hal tersebut diungkapkan Walikota Seamarang Hendrar Prihadi dalam acara Jalan Sehat dan Dialog Interaktif di Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari, Jumat (4/11).

Yang dimaksud dengan “ikut membangun” oleh orang nomor satu di Semarang ini diantaranya menata taman di lingkungan rumahnya, ikut berpartisipasi menjaga keamanan, serta menjaga kebersihan lingkungan sehingga Kota Semarang akan semakin gilar-gilar. Saat berjalan menyusuri wilayah Kelurahan Tegalsari, Walikota meminta infrastruktur jalan yang sudah baik dan kondisinya bersih untuk dapat terus dirawat dan dipertahankan.

“Karena di Tegalsari adalah daerah perbukitan maka saya berpesan untuk tetap waspada terhadap ancaman longsor dan bencana lain. Warga harus peka. Jika melihat retakan maka langsung laporkan ke Pak Lurah atau Pak Camat, apalagi curah hujan saat ini masih tinggi,” tambahnya. Hal yang sama pun disampaikan Ketua LPMK, H. Kartiman. Dirinya mengemukakan bahwa pihaknya bersyukur ancaman banjir tidak pernah menjadi permasalahan di Kelurahan Tegal Rejo.

“Kelurahan ini adem ayem, partisipasi dan gotong royong, dan swadaya masyarakat terus mengalir,” paparnya. Diperinci oleh Kartiman wilayah yang memiliki luas hingga 88 ribu hektare ini dihuni oleh 14.091 jiwa yang terbagi dalam 13 RW dan 95 RT. Dirinya juga mensyukuri wilayah Kelurahan Candisari mengalami perkembangan dan kemajuan yang baik dan senantiasa kondusif. Namun pihaknya meminta adanya pemindahan TPA karena menurutnya semua kelurahan membuang sampahnya ke TPA tersebut sehingga menyebabkan tercemarnya air dalam jangka waktu yang lama.

Dalam dialog dengan warga, Sugeng salah satu warga RW 11 mengungkapkan bahwa RW 11 telah menerima bantuan untuk kesejahteraan warga berbentuk sumur artetis sebesar 300 juta rupiah. Ia melaporkan bahwa sebanyak 142 anggota panitia pembuatan sumur artetis telah melakukan kewajibannya dengan baik untuk itu ia sangt berterima kasiha atas bantuan yang diberikan oleh Pemkot. Namun ia menyayangkan di tempat tinggalnya masih adanya problema kekurangan air sehingga pihaknya berharap Pemkot dapat menambah satu lagi sumur artetis.

Mendengar permohonan Sugeng, Walikota berujar bahwa terkait sumur akan dianggarkan tahun 2017. Pihaknya akan meminta jajarannya untuk melakukan survei terlebih dahulu karena bagaimanapun lokasi dan tempat harus milik negara. “Kalau masih menjadi milik warga maka mohon kirim surat ke Pemkot agar dihibahkan,” tandasnya.

Saat ini Pemkot sedang menjalankan program kampung tematik agar wilayah lebih terlihat hijau, asri, jalanan rapi, dan saluran bersih sehingga menjadi kampung yang sehat. Selain itu dalam kesempatan itu Walikota mengemukakan bahwa Pemkot juga ingin mengembangkan potensi lokal. 

“Jadi kalau ada wisatawan datang bisa kita promosikan langsung ke kampung-kampung yang ada sesuai potensi masing-masing,” tambahnya.