• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Pimpin Apel Genuk, Walikota Tekankan Stop Pungli dan Tangani Banjir

 07-11-2016 15:10 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 137 kali Berita Kota
Mengawali minggu kedua bulan November, Walikota Hendrar Prihadi memimpin langsung apel Senin(7/11) di Halaman Kantor Kecamatan Genuk. Apel diikuti jajaran PNS Kecamatan Genuk. Dalam amanatnya, kembali Walikota menegaskan kembali kepada seluruh aparat yang bertugas untuk tidak melakukan pungli pada semua sektor pelayanan publik. Hal ini menurutnya sejalan dengan Semangat Sapu Bersih Pungli yang dicanangkan Presiden RI.  

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi benar-benar tidak akan kompromi dan mentolerir oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan pungli. Apapun alasannya, lanjut wali kota, tidak dibenarkan menarik pungutan yang tidak memiliki payung hukum.

“Kejujuran menjadi penilaian penting kinerja panjenengan sekalian. Saya tidak mentolerir segala bentuk sikap ketidakjujuran, terlebih yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Walikota. Walikota mengingatkan konsekuensi yang akan diterima bagi oknum PNS yang terbukti melakukan pungli.

Sejalan dengan PP No. 53 tahun 2010 dimana sanksi yang bisa dijatuhkan diantaranya adalah penurunan pangkat, dilepas jabatannya hingga diposisikan sebagai staf. Menambahkan, Walikota menegaskan agar kasus pungli oleh oknum BLH Kota Semarang dapat menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang lagi di lingkungan Pemkot Semarang.

Terkait wilayah kecamatan Genuk, Walikota juga mengingatkan untuk bersama-sama mengembangkan wilayah kecamatan Genuk melalui program Kampung Tematik. Dimana pada Kecamatan Genuk ada Kampung Jajan Pasar di Kelurahan Bangetayu Kulon dan Kampung Bebas Jentik di Kelurahan Bangetayu Wetan yang diangkat. Program ini harus disukseskan bersama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan wilayahnya.

Dengan program kampung tematik ini diharapkan wilayah Kecamatan Genuk memiliki potensi lokal tertentu yang diangkat menjadi kekuatan khusus yang menjadikan wilayah semakin rapi, bersih dan sejahtera. Usai memimpin apel, Walikota menyempatkan diri meninjau langsung kondisi SD N Genuksari 2. Halaman SD ini selalu terendam saat hujan lebat terjadi sehingga mengganggu aktivitas upacara siswa.

Untuk itu, Walikota meminta koordinasi Dinas Pendidikan untuk peninggian halaman yang dirasa terlalu rendah. Dalam waktu dekat, Dinas PSDA & ESDM pun akan melakukan optimalisasi pompa portable untuk mengurangi genangan. Selain itu, juga akan dilakukan pembangunan pagar keliling sebagai batas sekolah dan perkampungan untuk meningkatkan kondusivitas kegiatan belajar. Terkait penanganan banjir ini, Walikota juga meminta peran aktif lurah dan camat untuk membantu penanganan di lapangan.

Meski penganggaran dan penanganan banjir sudah ditangani Pemkot melalui dinas PSDA & ESDM serta pemerintah provinsi hingga pusat, namun lurah camat diminta tetap aktif dan ikut bertanggung jawab. Diungkapkan Walikota, Kementrian PUPR telah menyiapkan anggaran sekitar 500 Milliar untuk membangun tanggul permanen agar Genuk tidak rawan banjir.

Pekerjaan ini rencananya dilakukan dalam 3 tahun anggaran atau sampai tahun 2018. “Segala jenis pembangunan yang ada di Kecamatan Genuk adalah merupapakan tanggung jawab panjenengan sekalian walaupun tidak dikerjakan oleh Kecamatan Genuk. Oleh karenanya, peran aktif seluruh pihak dibutuhkan,” ingat Walikota.